back to top

Bank Indonesia Perkirakan Kredit Perbankan Tumbuh 8-11% pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan kredit perbankan pada 2025 di kisaran 8-11%. Hal itu dikemukakan Perry Warjiyo, Gubernur Bl, di Jakarta Rabu (21/5/2025). 

 

Perry mengemukakan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Mei 2025, memutuskan, ke depan, berbagai upaya perlu terus didorong untuk meningkatkan penyaluran kredit, baik dengan penurunan suku bunga dan perluasan sumber dana perbankan, maupun peningkatan permintaan dari sisi sektor riil, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

 

Sehubungan dengan itu, BI akan terus memperkuat kebijakan makroprudensial yang akomodatif untuk mendorong pertumbuhan kredit yang lebih tinggi, termasuk mengoptimalkan instrumen Rasio Pendanaan Luar Negeri Bank (RPLN), Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM), dan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM).

 

Perry menegaskan, peran kredit perbankan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi perlu terus ditingkatkan. Kredit pada April 2025 tumbuh sebesar 8,88% (yoy). Ini lebih rendah dari 9,16% (yoy) pada Maret 2025.

 

Dari sisi penawaran, minat penyaluran kredit oleh bank (lending standard) masih baik, terutama pada sektor pertanian, LGA (Listrik, Gas, dan Air), dan jasa sosial. Kondisi likuiditas perbankan secara umum masih memadai, namun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) cenderung melambat dari 5,51%(yoy) pada awal Januari 2025 menjadi 4,55%(yoy) pada April 2025.

 

Kondisi ini mendorong persaingan dalam pendanaan antar bank dan perlunya memperluas sumber pendanaan lainnya di luar DPK. Dari sisi permintaan, pertumbuhan kredit terutama dikontribusikan oleh sektor industri, pengangkutan, dan jasa sosial, sedangkan kontribusi pertumbuhan kredit sektor konstruksi dan perdagangan serta sektor-sektor lainnya masih terbatas.

 

Berdasarkan kelompok penggunaan, pertumbuhan kredit modal kerja, kredit investasi, dan kredit konsumsi, masing-masing sebesar 4,62% (yoy), 15,86% (yoy), dan 8,97% (yoy). Pembiayaan syariah tumbuh sebesar 8,85% (yoy), sementara kredit UMKM tumbuh sebesar 2,60% (yoy).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Tembus USD100 per Barel, Bahlil Pastikan BBM Bersubsidi Tidak Naik hingga Lebaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak...

Cek Jadwal Operasional BI Libur Lebaran 2026, BI-FAST Tetap Beroperasi Penuh

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bank Indonesia (BI) mengatur ulang jadwal kegiatan...

Keyakinan Konsumen Februari 2026 Tetap Kuat, Indeks Bertahan di Zona Optimis

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Bank Indonesia (BI) mencatat keyakinan konsumen...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru