Stockwatch.id Versi penuh
Financial

Bank Neo Commerce (BBYB) Raih Laba Rp294,85 Miliar di Semester I 2026, Melaju 6,8%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp294,85 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini tumbuh 6,81% jika dibandingkan dengan lab...

Oleh Daiz La Ode 31 Jul 2026 10:25 2 menit baca

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) atau BNC berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp294,85 miliar pada semester I 2026. Perolehan ini tumbuh 6,81% jika dibandingkan dengan laba bersih periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp276,05 miliar.

Menurut laporan keuangan interim per Juni 2026 yang dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026, kenaikan laba ini ditopang oleh efisiensi operasional yang dilakukan perseroan.

Sepanjang enam bulan pertama 2026, BNC mencatatkan pendapatan bunga sebesar Rp1,48 triliun. Meski angka ini sedikit turun dari Rp1,60 triliun pada periode yang sama tahun lalu, perseroan berhasil menekan beban bunga sebesar 5,68% menjadi Rp367,67 miliar. Hasilnya, pendapatan bunga bersih BNC tetap terjaga di angka Rp1,11 triliun.

Selain itu, pendapatan operasional lainnya juga memberikan kontribusi positif sebesar Rp204,68 miliar. Salah satu penyumbang utamanya adalah penerimaan kembali aset yang telah dihapusbukukan sebesar Rp108 miliar.

Manajemen BNC juga menunjukkan keberhasilan dalam mengelola beban operasional. Total beban operasional perseroan menyusut 10,56% menjadi Rp1,02 triliun, dari sebelumnya Rp1,14 triliun pada semester I 2025.

Penurunan biaya ini didorong oleh berkurangnya kerugian penurunan nilai (CKPN) aset keuangan menjadi Rp601,43 miliar dari Rp714,83 miliar. Efisiensi juga terjadi pada beban pemasaran yang turun menjadi Rp28,10 miliar dari Rp25,36 miliar, serta beban umum dan administrasi yang terkendali di angka Rp214,28 miliar.

Dari sisi kualitas aset, Bank Neo menunjukkan perbaikan signifikan. Rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) Bruto berada di level 2,99% per Juni 2026, membaik dari posisi 3,58% pada Desember 2025. Rasio NPL Neto juga semakin sehat menjadi 0,36% dari sebelumnya 0,89%.

Perseroan juga memiliki ketahanan modal yang sangat kuat. Rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (CAR) BBYB melesat hingga 50,23% per Juni 2026. Angka ini jauh di atas ketentuan regulator dan meningkat dari posisi akhir tahun 2025 yang sebesar 49,07%.

Hingga 30 Juni 2026, total aset BNC tercatat sebesar Rp17,45 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun dari simpanan nasabah mencapai Rp12,30 triliun. Sementara itu, total ekuitas perseroan menguat menjadi Rp4,42 triliun dibandingkan posisi Desember 2025 yang sebesar Rp4,23 triliun.

Topik terkait
BBYB Bank Neo Commerce Saham BBYB laba Bank Neo kinerja BBYB 2026 laporan keuangan BBYB NPL Bank Neo