STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia anjlok tajam pada penutupan perdagangan Rabu (14/5/2025) waktu setempat, atau Kamis pagi (15/5/2025) WIB. Sentimen positif dari meredanya ketegangan dagang antara Amerika Serikat dan China membuat investor mulai meninggalkan aset safe haven seperti emas.
Mengutip CNBC International, harga emas di pasar spot turun 2,1% menjadi US$3.188,52 per troy ounce Ini merupakan level terendah sejak 11 April. Bahkan, emas sempat menyentuh level terendah intraday di US$3.174,62 per troy ounce
Sementara itu, harga emas berjangka AS juga melemah 1,9% ke posisi US$3.186,00 per troy ounce
Kondisi pasar yang mulai optimistis membuat minat terhadap aset berisiko meningkat. Para pelaku pasar kini lebih percaya diri setelah Washington dan Beijing sepakat memangkas tarif dan menghentikan perang dagang selama 90 hari.
“Koreksi teknikal harga emas dipicu oleh reli global yang muncul karena pemangkasan tajam tarif AS-China,” ujar Tai Wong, trader logam independen.
Saham-saham di Wall Street juga ikut dibuka menguat. Pelaku pasar menyambut baik langkah damai dagang dan berharap kesepakatan baru segera tercapai.
Presiden AS Donald Trump, dalam wawancara Selasa, menyebut dirinya siap bernegosiasi langsung dengan Presiden China Xi Jinping untuk membahas detail perjanjian. Ia juga menyebut ada potensi kesepakatan baru dengan India, Jepang, dan Korea Selatan.
Sebagai aset lindung nilai, emas biasanya dicari saat ketidakpastian meningkat. Namun, saat pasar mulai tenang, harga emas cenderung melemah.
Bulan lalu, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$3.500,05 per troy ounce Sejauh ini, harga emas masih naik 21,6% sepanjang tahun ini.
“Secara tren jangka panjang, emas memang masih cenderung naik. Tapi saya tidak kaget kalau tekanan turun ini masih berlanjut beberapa hari ke depan,” kata Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada.
Ia memprediksi, target penurunan harga berikutnya berada di US$3.136, lalu US$3.073, dan bisa jadi menyentuh level penting US$3.000.
Pelaku pasar kini menunggu data indeks harga produsen (PPI) AS yang akan dirilis Kamis. Sebelumnya, data inflasi konsumen yang lebih rendah dari perkiraan memicu harapan pemangkasan suku bunga The Fed.
Emas biasanya makin menarik saat suku bunga rendah karena tidak memberikan imbal hasil.
Selain emas, harga perak spot juga turun 1,8% menjadi US$32,29 per troy ounce Platinum melemah 0,5% ke US$983,42, sementara palladium naik tipis 0,1% menjadi US$957,65 per troy ounce
