Minggu, Januari 11, 2026
25.8 C
Jakarta

Bayang-bayang Kelebihan Pasokan dan Harapan Damai Ukraina Bikin Harga Minyak Anjlok US$1

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia tergelincir cukup dalam pada penutupan perdagangan hari Jumat (26/12/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (27/12/2025) WIB. Penurunan tercatat lebih dari US$1 per barel. Sentimen pasar tertekan oleh bayang-bayang kelebihan pasokan global yang membayangi tahun depan.

Selain itu, premi risiko perang mulai berkurang. Hal ini terjadi seiring munculnya harapan kesepakatan damai Ukraina menjelang pertemuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan Presiden AS Donald Trump.

Mengutip CNBC International, minyak mentah Brent ditutup turun US$1,03 atau 1,65% ke level US$61,21 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi US$1,05 atau 1,8% ke posisi US$57,30 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Penurunan ini mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar minyak global.Meski sempat bangkit dari level terendah lima tahun pada 16 Desember lalu, harga minyak berada di jalur penurunan tahunan terburuk sejak 2020. Brent dan WTI masing-masing turun 18% dan 20% sepanjang tahun ini. Penyebab utamanya adalah lonjakan produksi minyak mentah yang memicu kekhawatiran banjir pasokan.

Analis Aegis Hedging memberikan pandangannya dalam sebuah catatan pada hari Jumat.

“Premi geopolitik telah memberikan dukungan harga jangka pendek, tetapi belum secara material mengubah narasi kelebihan pasokan yang mendasarinya,” tulis analis tersebut.

Laporan pasar minyak bulan Desember dari Badan Energi Internasional (IEA) yang berbasis di Paris memperkuat kekhawatiran ini. Pasokan minyak global tahun depan diprediksi bakal melebihi permintaan sebesar 3,84 juta barel per hari.

Investor terus memantau perkembangan proses perdamaian Rusia-Ukraina. Kesepakatan damai berpotensi memicu pencabutan sanksi internasional terhadap sektor minyak Rusia. Dampaknya tentu akan mempengaruhi harga minyak di masa depan.

Zelenskiy dijadwalkan membahas masalah teritorial dengan Trump di Florida pada hari Minggu. Isu wilayah menjadi batu sandungan utama dalam pembicaraan mengakhiri perang. Kerangka perdamaian 20 poin dan kesepakatan jaminan keamanan dikabarkan mendekati penyelesaian.

Saat mengumumkan pertemuan tersebut, Zelenskiy sempat menyatakan optimismenya.

“Banyak hal dapat diputuskan sebelum Tahun Baru,” ujar Zelenskiy.

Pihak Kremlin menyebut penasihat kebijakan luar negeri Presiden Vladimir Putin telah berbicara dengan anggota pemerintahan AS. Pembicaraan ini dilakukan setelah Moskow menerima usulan AS tentang kemungkinan kesepakatan damai Ukraina.

Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial, menyoroti sentimen negatif yang masih membayangi pasar.

“Sentimen negatif tetap ada dari penyimpanan minyak global yang tinggi, dan sedikit kemajuan dalam pembicaraan damai Ukraina-Rusia,” kata Dennis.

Di tempat lain, Gedung Putih memerintahkan pasukan militernya untuk fokus pada “karantina” minyak Venezuela setidaknya untuk dua bulan ke depan. Langkah ini mengindikasikan Washington lebih tertarik menggunakan cara ekonomi daripada militer untuk menekan Caracas.

Terkait tindakan AS mencegat kapal tanker minyak yang terkena sanksi keluar masuk Venezuela, Kissler memberikan pendapatnya.

“Dampak global terhadap harga minyak mentah terlihat minimal saat ini,” tambah Kissler.

AS juga melancarkan serangan terhadap militan ISIS di negara bagian Sokoto, Nigeria barat laut, pada hari Kamis. Serangan ini dilakukan berkoordinasi dengan pemerintah Nigeria. Namun, dampaknya terhadap pasar minyak dinilai terbatas.

June Goh, Analis Pasar Minyak Senior di Sparta Commodities, menjelaskan situasi tersebut.

“Serangan Nigeria yang digembar-gemborkan oleh Trump menargetkan Negara Islam dan tidak secara khusus berdampak pada pipa minyak mentah atau terminal minyak apa pun. Dengan demikian, para pedagang tetap berada di pinggir lapangan di pasar yang likuiditasnya tipis pada Boxing Day ini,” jelas June.

Sebagai informasi, ladang minyak dan infrastruktur ekspor Nigeria sebagian besar terletak di bagian selatan negara tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada...

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasokan Global Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas, Logam Mulia Lainnya Ikut Tumbang

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru