back to top
Selasa, Januari 27, 2026
29.7 C
Jakarta

BCA Cetak Laba Bersih Rp57,5 Triliun Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menutup tahun buku 2025 dengan capaian gemilang. Emiten perbankan swasta terbesar ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp57,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 4,9% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Kenaikan laba ini ditopang oleh pendapatan operasional yang meningkat 5,4% YoY.

Pendapatan bunga bersih (net interest income) BCA tercatat tumbuh 4,1% YoY. Di sisi lain, pendapatan selain bunga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan 16% YoY.

Kinerja positif ini didorong oleh penyaluran kredit yang tetap solid. Hingga Desember 2025, total kredit BCA tumbuh 7,7% YoY menjadi Rp993 triliun.

Secara rata-rata, pertumbuhan kredit perseroan mencapai 10,8% sepanjang 2025. Dana tersebut mengalir ke berbagai sektor produktif seperti manufaktur, perdagangan, restoran, hotel, hingga rumah tangga.

Presiden Direktur Bank Central Asia Hendra Lembong menyampaikan apresiasi atas pencapaian ini. Pihaknya berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan yang diberikan.

“BCA berterima kasih kepada seluruh nasabah atas kepercayaan dan dukungannya kepada kami. Hal tersebut menjadi motivasi kami terus bergerak dan berkontribusi bagi ekonomi di seluruh penjuru Tanah Air. Dukungan besar dari pemerintah dan otoritas membantu kami melewati 2025 dan menorehkan kinerja positif. Sepanjang tahun lalu, BCA menyelenggarakan berbagai acara seperti dua kali perhelatan Expo, BCA UMKM Fest, BCA Wealth Summit, dan Gebyar Hadiah BCA. Berbagai kegiatan itu berdampak positif terhadap kinerja BCA, dan menjadi wujud komitmen kami untuk terus hadir serta memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dan masyarakat Indonesia,” kata Hendra Lembong.

Secara rinci, kredit usaha BCA tercatat tumbuh 9,9% YoY dengan nilai Rp756,5 triliun per Desember 2025. Sementara itu, pembiayaan konsumer terjaga di angka Rp224,1 triliun.

Penyaluran KPR mendominasi kredit konsumer dengan nilai Rp142,3 triliun. Diikuti oleh kredit kendaraan bermotor (KKB) sebesar Rp56,6 triliun. Pinjaman konsumer lainnya, termasuk kartu kredit, tumbuh 9,8% YoY menjadi Rp25,2 triliun.

Kualitas aset BCA juga terpantau sangat sehat. Rasio kredit bermasalah (NPL) terkendali di level 1,7%. Adapun rasio loan at risk (LAR) membaik ke posisi 4,8% dari sebelumnya 5,3%.

Untuk urusan pendanaan, BCA mencatatkan total Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp1.249 triliun. Angka ini tumbuh 10,2% YoY. Dana murah atau CASA (giro dan tabungan) naik 13,1% YoY menjadi Rp1.045 triliun.

Dari sisi operasional digital, BCA memproses 42 miliar transaksi selama 2025. Jumlah ini naik 17% YoY. Bahkan, frekuensi transaksi harian pernah mencapai rekor hampir 300 juta transaksi dalam sehari.

Hendra Lembong menambahkan perusahaan terus memperkuat layanan melalui inovasi teknologi dan kecerdasan buatan. Hal ini dilakukan untuk memenuhi ekspektasi nasabah yang kian berkembang.

“Kami senantiasa berupaya menyediakan produk dan layanan secara optimal untuk memenuhi beragam kebutuhan nasabah dan masyarakat. BCA terus mengembangkan aplikasi myBCA yang pada 2025 dilengkapi berbagai fitur baru, seperti QRIS Tap via NFC Pay untuk pengguna Android, pembayaran zakat, pembelian tiket kereta dan kapal, hingga menambah berbagai valuta asing pada poket valas. Terkini, myBCA dapat diakses di smartwatch berbasis WearOS dan Apple. myBCA juga sudah dilengkapi pengaturan bahasa Mandarin, dan poket rupiah yang bisa dimanfaatkan nasabah untuk mengelola berbagai kebutuhan dalam satu rekening. Kami juga mengimplementasikan penggunaan Artificial Intelligence untuk meningkatkan pelayanan nasabah, mengidentifikasi kebutuhan nasabah secara lebih efektif, memperkuat keamanan dan fraud detection, serta mendorong efisiensi operasional,” ujar Hendra Lembong.

BCA juga semakin serius menggarap sektor berkelanjutan (ESG). Penyaluran kredit ke sektor ini tumbuh 11,7% YoY menjadi Rp255 triliun. Nilai ini setara dengan 25,8% dari total portofolio kredit perusahaan.

Pembiayaan untuk Energi Baru Terbarukan melonjak dua kali lipat menjadi Rp6,2 triliun. Sementara itu, kredit untuk kendaraan listrik tumbuh 53% YoY mencapai angka Rp3,6 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Allianz Indonesia dan AllianzGI Bersinergi Perkuat Pengelolaan Investasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Allianz Indonesia resmi menjalin kerja sama...

Kabar Gembira buat Pengguna Grab, Kini Bisa Pinjam Uang Langsung di Aplikasi Lewat Superbank

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA)...

Dorong Efisiensi, Satu Visi Putra (VISI) Bidik Penjualan Tumbuh 5% pada 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Satu Visi Putra Tbk (VISI) membidik...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru