STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawasi secara ketat pergerakan empat saham emiten. Langkah ini menyusul adanya peningkatan harga dan pola transaksi yang tidak wajar atau Unusual Market Activity (UMA).
Keempat saham tersebut adalah PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) dan PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN). Selain itu, terdapat PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE) serta PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI).
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menyampaikan pemantauan ini dilakukan demi memberikan perlindungan bagi para investor di pasar modal.
Saham AGAR masuk dalam radar bursa karena mengalami peningkatan harga di luar kebiasaan. Informasi terakhir emiten ini adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek yang rilis pada 9 Januari 2026.
Sementara itu, saham MSIN, CARE, dan CSMI menunjukkan indikasi pola transaksi yang tidak wajar. MSIN baru saja merilis informasi terkait perubahan logo perusahaan pada 20 Januari 2026.
Pada tanggal yang sama, CARE menyampaikan laporan penggunaan dana hasil penawaran umum. Sedangkan CSMI terakhir kali mempublikasikan laporan bulanan registrasi pemegang efek pada 12 Januari 2026.
BEI menegaskan pengumuman UMA ini tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Namun, otoritas bursa kini tengah mencermati perkembangan transaksi saham-saham tersebut.
“Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” kata Yulianto dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (2/2/2026).
Investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Pelaku pasar juga perlu mencermati kinerja emiten dan setiap keterbukaan informasi yang disampaikan.
Harga Saham
Saham AGAR ditutup stagnan di level Rp346 pada perdagangan 29 Januari 2026. Meski tidak berubah dibanding penutupan sebelumnya, saham ini telah melonjak 24,46% dalam periode berjalan. AGAR dibuka di Rp294 dan bergerak di rentang Rp286 hingga Rp346. Volume transaksi tercatat sebanyak 8,26 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, AGAR sempat menyentuh level tertinggi Rp354 dan terendah Rp238. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham bergerak di kisaran Rp190 hingga Rp348. Kapitalisasi pasar AGAR tercatat sekitar Rp346 miliar.
Sementara itu, saham MSIN melemah 2,97% dan ditutup di Rp392. Saham ini dibuka di Rp404 dan bergerak di rentang Rp344 hingga Rp404. Volume perdagangan mencapai 15,48 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, MSIN mencatat harga tertinggi Rp496 dan terendah Rp380. Dalam periode 52 minggu, harga saham bergerak di kisaran Rp344 hingga Rp1.165. Kapitalisasi pasar MSIN mencapai sekitar Rp23,78 triliun.
Saham CARE juga tertekan pada perdagangan 29 Januari 2026. Harga saham turun 14,48% dan ditutup di Rp620. Saham ini dibuka di Rp675 dan bergerak di rentang Rp620 hingga Rp675. Volume transaksi tercatat sebanyak 4,56 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, CARE sempat menyentuh level tertinggi Rp850 dan terendah Rp530. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham bergerak di kisaran Rp170 hingga Rp965. Kapitalisasi pasar CARE tercatat sekitar Rp20,61 triliun.
Di sisi lain, saham CSMI justru menguat 6,67% dan ditutup di Rp160. Saham ini dibuka di Rp149 dan bergerak di rentang Rp128 hingga Rp160. Volume perdagangan mencapai 7,35 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, CSMI mencatat harga tertinggi Rp216 dan terendah Rp150. Dalam 52 minggu terakhir, harga saham bergerak di kisaran Rp128 hingga Rp3.290. Kapitalisasi pasar CSMI tercatat sekitar Rp130,57 miliar.
