STOCKWATCH.ID (JAKARTA) ––Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka kembali suspensi perdagangan dua saham. Keduanya yaitu PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) dan PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM), mulai sesi I perdagangan Kamis, 13 November 2025.
Langkah ini diambil setelah otoritas bursa menilai kedua saham tersebut telah memenuhi pertimbangan yang diperlukan untuk kembali diperdagangkan secara normal.
“Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00355/BEI.WAS/11-2025 tanggal 11 November 2025 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai serta Waran Seri II PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA-W) di Seluruh Pasar dibuka kembali mulai sesi I tanggal 13 November 2025.” Ujar Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, dalam keterbukaan informasi Kamis (13/11/2025).
BEI juga mencabut suspensi saham PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) berdasarkan penilaian bursa. “Menunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00348/BEI.WAS/10-2025 tanggal 30 Oktober 2025 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) dan berdasarkan penilaian bursa, maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 13 November 2025,” ujar Yulianto.
Sebelumnya, BEI menghentikan sementara perdagangan saham MGNA dan Waran Seri II MGNA-W pada Rabu, 12 November 2025. Penghentian dilakukan menyusul peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham dan waran tersebut. Langkah ini diambil untuk memberikan waktu bagi pelaku pasar dalam mempertimbangkan keputusan investasinya dengan lebih matang.
Saham MGNA pada 11 November 2025 ditutup di level Rp. 98 per saham, naik 8 poin atau 8,89% dari penutupan sebelumnya Rp. 90. Harga pembukaan hari itu berada di Rp. 81 dengan volume perdagangan mencapai 4.170.200 saham. Sepanjang tahun ini, harga tertingginya tercatat di Rp. 98 dan terendah Rp. 15, dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp. 334,23 miliar.
Sementara itu, saham SSTM juga sempat dihentikan perdagangannya pada Jumat, 31 Oktober 2025 setelah mengalami lonjakan tajam sehari sebelumnya. Pada perdagangan Kamis (30/10/2025), saham SSTM ditutup di level Rp875, naik Rp175 atau 25% dari penutupan sebelumnya di Rp700. Volume transaksi tercatat 2.096.500 saham, dengan rentang perdagangan harian antara Rp595 hingga Rp875.
Dalam 52 minggu terakhir, saham SSTM bergerak di kisaran Rp111 hingga Rp875. Kapitalisasi pasarnya kini mencapai Rp1,02 triliun, meningkat dari sebelumnya Rp765,02 miliar.
BEI menegaskan langkah penghentian sementara perdagangan dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap investor, sekaligus upaya cooling down atas lonjakan harga tidak wajar. Bursa juga mengimbau pelaku pasar untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi dari masing-masing emiten agar keputusan investasi tetap didasarkan pada data yang akurat.
