STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) secara resmi membuka kembali penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS). Saham emiten produsen kantong semen ini mulai bisa ditransaksikan pada sesi I perdagangan Rabu (8/4/2026).
Pencabutan suspensi ini berlaku di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai. Keputusan tersebut diambil setelah otoritas bursa melakukan pemantauan terhadap pergerakan saham emiten berkode YPAS tersebut.
Pande Made Kusuma Ari A., Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, menyampaikan pengumuman tersebut melalui keterbukaan informasi. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari surat pengumuman bursa sebelumnya.
“Suspensi atas perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai sesi I tanggal 8 April 2026,” ujar Pande dalam laporannya.
Sebelumnya, BEI menjatuhkan sanksi suspensi kepada saham YPAS pada Selasa (7/4/2026). Kebijakan ini diambil lantaran terjadi peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.
Otoritas bursa menilai perlu melakukan langkah cooling down. Tujuannya sebagai bentuk perlindungan bagi para investor di pasar modal.
Langkah penghentian sementara tersebut juga bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi pelaku pasar. Investor diharapkan dapat mempertimbangkan setiap informasi yang ada secara matang. Hal ini penting sebelum mengambil keputusan investasi pada saham YPAS.
Pihak bursa juga meminta para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi. Setiap data yang disampaikan oleh perseroan menjadi dasar penting dalam bertransaksi.
Harga Saham
Sebelum terkena suspensi, saham YPAS mencatatkan lonjakan harga yang cukup tajam. Pada penutupan perdagangan Senin (6/4/2026), saham ini parkir di level Rp1.730 per saham.
Harga tersebut melesat Rp340 atau melonjak sekitar 24,46% dibanding hari sebelumnya. Aktivitas perdagangan terpantau cukup ramai dengan nilai transaksi mencapai Rp1,56 miliar.
Volume perdagangan tercatat sebanyak 930,3 ribu saham. Sementara itu, frekuensi transaksi terjadi sebanyak 1.047 kali. Kenaikan yang sangat cepat inilah yang memicu bursa melakukan intervensi sementara untuk menjaga stabilitas pasar.
