BEI Cabut Suspensi Tiga Saham Sekaligus Mulai 25 Maret 2026
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk membuka kembali gembok perdagangan tiga saham yang sempat dihentikan sementara. Ketiga saham tersebut adalah PT Sunson Textile...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk membuka kembali gembok perdagangan tiga saham yang sempat dihentikan sementara. Ketiga saham tersebut adalah PT Sunson Textile Manufacturer Tbk (SSTM), PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA), dan PT Ifishdeco Tbk (IFSH).
Langkah ini diambil setelah otoritas bursa melakukan penilaian lebih lanjut. Pembukaan kembali perdagangan saham-saham ini berlaku mulai sesi I perdagangan tanggal 25 Maret 2026. Investor kini dapat kembali bertransaksi di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari A., menyampaikan keputusan ini dalam keterbukaan informasi pada Selasa (17/3/2026). Ia menjelaskan pembukaan suspensi dilakukan berdasarkan pertimbangan bursa.
"Suspensi atas perdagangan saham dibuka kembali mulai sesi I tanggal 25 Maret 2026," tulis Pande Made Kusuma Ari A. dalam pengumuman tersebut.
Sebelumnya, saham TAMA dan IFSH terkena suspensi sejak sesi I tanggal 5 Maret 2026. Kebijakan ini diambil karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang sangat signifikan. Bursa menilai perlu melakukan perlindungan bagi investor melalui penghentian sementara tersebut.
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%