back to top

BEI Deteksi Pola Transaksi Tak Wajar di Tiga Saham, Investor Diminta Waspada

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan adanya indikasi aktivitas pasar tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA) pada tiga saham, yakni PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI), PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS), dan PT Meta Epsi Tbk (MTPS).

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya perlindungan terhadap investor di tengah kenaikan harga saham yang di luar kebiasaan.

“Dalam rangka perlindungan investor, dengan ini kami menginformasikan adanya indikasi pola transaksi yang tidak wajar pada saham BIPI, BBSS dan MTPS yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity),” ujar Yulianto Aji Sadono dalam keterbukaan informasi, Rabu (29/10/2025).

Ia menegaskan pengumuman UMA tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di bidang pasar modal. Menurutnya, BEI saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi ketiga saham tersebut.

BEI meminta investor untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja dan keterbukaan informasi emiten, serta mengkaji kembali rencana corporate action jika belum mendapatkan persetujuan RUPS. Investor juga diingatkan agar mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul sebelum mengambil keputusan investasi.

Berdasarkan catatan BEI, saham BIPI telah beberapa kali tercatat mengalami UMA. Sebelumnya, pengumuman serupa pernah dirilis pada 25 April dan 28 Juli 2025. Informasi terakhir dari BIPI disampaikan pada 13 Oktober 2025 mengenai penjelasan atas volatilitas transaksi.

Sementara itu, saham BBSS kembali masuk daftar UMA setelah sebelumnya juga mengalami suspensi cooling down pada 22 Mei 2025 dan UMA pada 14 Mei 2025. Informasi terbaru perusahaan ini dipublikasikan pada 28 Oktober 2025 terkait laporan keuangan interim yang tidak diaudit.

Saham MTPS juga menunjukkan pola transaksi yang tidak wajar. Terakhir, emiten ini melaporkan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek pada 8 Oktober 2025.

Harga Saham

Pada penutupan perdagangan Selasa (28/10/2025) saham BIPI turun ke Rp83 per saham, melemah Rp1 atau 1,19% dibanding penutupan sebelumnya di Rp84. Saham ini dibuka di Rp84 dan sempat menyentuh level tertinggi Rp86 serta terendah Rp82. Volume perdagangan tercatat sebanyak 929,4 juta saham. Dalam setahun terakhir, harga BIPI bergerak di rentang Rp65 hingga Rp110 dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp5,28 triliun.

Berbeda dengan BIPI, saham BBSS mencetak lonjakan tajam. Harga sahamnya naik Rp88 atau 24,58% ke Rp446 per saham. Saham BBSS dibuka di Rp358 dan langsung menembus level tertinggi harian di Rp446, yang juga menjadi rekor tertinggi sepanjang tahun ini. Adapun harga terendahnya berada di Rp356 dengan volume perdagangan sebanyak 3,1 juta saham. Sepanjang tahun berjalan, BBSS telah bergerak dari Rp149 hingga Rp446, dengan kapitalisasi pasar senilai Rp2,14 triliun.

Kenaikan juga terjadi pada sahamMTPS yang ditutup menguat 9,72% ke Rp79 per saham. Saham ini dibuka di Rp79, bertahan di level yang sama sepanjang sesi dengan volume transaksi 8,1 juta saham. Harga MTPS mencapai level tertingginya tahun ini di Rp79 setelah sempat berada di posisi terendah Rp10 pada Februari lalu. Nilai kapitalisasi pasar MTPS kini sekitar Rp164,7 miliar.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saham Tinta BLUE Dibeli Raksasa Hong Kong, Siap Pindah Jalur ke Bisnis Baterai Listrik?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Peta persaingan industri nikel dan baterai...

Komisaris MDKA Andrew Phillip Starkey Belanja Lagi 150.000 Lembar Saham Perusahaan Senilai Rp481 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Komisaris  PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), Andrew...

BEI Rombak Papan Pemantauan Khusus: 2 Saham Bebas dan 1 Emiten Besar Malah Masuk Kandang

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru