Sabtu, November 29, 2025
26.1 C
Jakarta

BEI Ingatkan Investor Waspada, Ada 10 Saham Bergerak Tak Biasa

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mengumumkan adanya Unusual Market Activity (UMA) pada perdagangan saham. Kali ini, ada sepuluh emiten yang masuk radar pengawasan bursa. Sepuluh saham yang masuk daftar UMA adalah PT DFI Retail Nusantara Tbk (HERO), PT Indo Oil Perkasa Tbk (OILS), PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN), PT RMK Energy Tbk (RMKE), PT Multipolar Tbk (MLPL), PT Indonesia Pondasi Raya Tbk (IDPR), PT Dewi Shri Farmindo Tbk (DEWI), PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF), PT Koka Indonesia Tbk (KOKA), dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA).

BEI menyatakan UMA muncul setelah harga saham-saham tersebut bergerak di luar kebiasaan. Tujuannya untuk mengingatkan investor agar lebih waspada sebelum mengambil keputusan investasi.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menegaskan pengumuman UMA tidak otomatis berarti ada pelanggaran aturan pasar modal. “Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga saham yang di luar kebiasaan, Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” ujar Yulianto, dalam keterbukaan informasi di laman Bursa dikutip Rabu (1/10/2025).

Untuk saham HERO, informasi terakhir tercatat pada 8 September 2025 terkait laporan bulanan registrasi pemegang efek. Saham OILS terakhir mengumumkan pemanggilan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 23 September 2025. Sementara IBFN baru saja menyampaikan penjelasan atas volatilitas transaksi pada 30 September 2025.

RMKE juga masuk daftar UMA dengan catatan informasi terakhir pada 8 September 2025 mengenai laporan registrasi pemegang efek. MLPL bahkan sebelumnya pernah dikenakan suspensi cooling down pada 30 Oktober 2024 dan pengumuman UMA pada 18 Oktober 2024. Informasi terbaru emiten ini adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek tertanggal 4 September 2025.

Untuk IDPR, pengumuman UMA muncul setelah harga saham melonjak. Informasi terakhir yang dipublikasikan emiten ini adalah laporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham pada 30 September 2025.

Saham DEWI kembali masuk daftar UMA setelah sebelumnya juga diumumkan pada 30 Juni 2025. Informasi terakhir yang disampaikan emiten adalah laporan keuangan interim pada 29 September 2025.

BEEF juga tidak luput dari radar. Saham ini sudah beberapa kali terkena UMA, termasuk 6 April 2025 dan suspensi cooling down pada 15 Mei 2025. Data terakhir emiten adalah laporan bulanan registrasi pemegang efek per 8 September 2025.

KOKA ikut dicermati setelah sebelumnya sempat terkena UMA pada 3 Februari 2025. Informasi terbaru perusahaan yang dipublikasikan adalah pembukaan penghentian sementara perdagangan efek pada 26 September 2025.

Sementara ITMA menjadi saham dengan catatan paling panjang. Saham ini sudah empat kali terkena UMA sepanjang 2025. Terakhir, suspensi cooling down dilakukan pada 11 September 2025. Informasi terbaru perusahaan adalah laporan kepemilikan saham per 29 September 2025.

BEI mengingatkan investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa. Investor juga diminta mencermati kinerja dan keterbukaan informasi perusahaan, mengkaji ulang rencana aksi korporasi yang belum mendapat persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

13 Perusahaan Antre IPO, 7 Berpotensi Melantai Tutup Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Sejumlah perusahaan diketahui tengah mengantre untuk...

Simak! Ini 5 Saham Top Losers dalam Sepekan, Ada MSIN, PURI dan KOKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan...

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tambah Setoran Modal Anak Usaha Rp880 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru