BEI Luncurkan Single Stock Futures September 2024, 4 Anggota Bursa Siap jadi Market Maker?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap meluncurkan secara resmi produk derivatif terbaru, Single Stock Futures (SSF), pada bulan September 2024. Sebelumnya, BEI telah mela...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap meluncurkan secara resmi produk derivatif terbaru, Single Stock Futures (SSF), pada bulan September 2024. Sebelumnya, BEI telah melakukan soft launching SSF bertepatan dengan peringatan HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia pada Senin (12/8/2024).
Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, menjelaskan bahwa penambahan SSF melengkapi empat produk derivatif yang sudah ada,. Itu antara lain adalah LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Bond Futures, dan Basket Bond Futures. "Peluncuran SSF ini telah lama ditunggu oleh pasar," ujar Jeffrey di Jakarta, Kamis (22/8/2024).
Menurut Jeffrey, kondisi pasar yang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan serta kesiapan anggota bursa (AB) derivatif menjadi alasan kuat untuk meluncurkan SSF sekarang. Ia optimistis SSF akan memperdalam pasar modal Indonesia dan membuka peluang keuntungan baru bagi para investor. "Kita melihat kalau kondisi pasar sudah menunjukkan perubahan arah yang mungkin bisa menuju ke bullish," tambahnya.
Saat ini, empat Anggota Bursa sedang dipersiapkan untuk mendukung peluncuran SSF. Salah satunya, Bina Arta Sekuritas, telah mendapatkan izin dari BEI sebagai penyelenggara transaksi SSF. “Satu anggota bursa derivatif, yaitu Bina Arta Sekuritas, sudah mendapatkan izin untuk menyelenggarakan perdagangan produk-produk derivative," terang Jeffrey.
Firza Rizki Putra, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, menyebut bahwa Bina Artha Sekuritas telah memperoleh lisensi dari BEI sebagai liquidity provider dan market maker. "Ada tiga AB lainnya yang sedang dalam proses untuk mendapatkan lisensi serupa," ungkapnya. Firza berharap, kehadiran empat AB ini dapat memperkuat penetrasi pasar SSF dan meningkatkan minat serta partisipasi investor dalam produk ini.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...