back to top
Kamis, Januari 22, 2026
26.4 C
Jakarta

BEI Luncurkan Single Stock Futures September 2024, 4 Anggota Bursa Siap jadi Market Maker?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap meluncurkan secara resmi produk derivatif terbaru, Single Stock Futures (SSF), pada bulan September 2024. Sebelumnya, BEI telah melakukan soft launching SSF bertepatan dengan peringatan HUT ke-47 Pasar Modal Indonesia pada Senin (12/8/2024).

Jeffrey Hendrik, Direktur Pengembangan BEI, menjelaskan bahwa penambahan SSF melengkapi empat produk derivatif yang sudah ada,. Itu antara lain adalah LQ45 Futures, IDX30 Futures, Indonesia Government Bond Futures, dan Basket Bond Futures. “Peluncuran SSF ini telah lama ditunggu oleh pasar,” ujar Jeffrey di Jakarta, Kamis (22/8/2024).

Menurut Jeffrey, kondisi pasar yang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan serta kesiapan anggota bursa (AB) derivatif menjadi alasan kuat untuk meluncurkan SSF sekarang. Ia optimistis SSF akan memperdalam pasar modal Indonesia dan membuka peluang keuntungan baru bagi para investor. “Kita melihat kalau kondisi pasar sudah menunjukkan perubahan arah yang mungkin bisa menuju ke bullish,” tambahnya.

Saat ini, empat Anggota Bursa sedang dipersiapkan untuk mendukung peluncuran SSF. Salah satunya, Bina Arta Sekuritas, telah mendapatkan izin dari BEI sebagai penyelenggara transaksi SSF. “Satu anggota bursa derivatif, yaitu Bina Arta Sekuritas, sudah mendapatkan izin untuk menyelenggarakan perdagangan produk-produk derivative,” terang Jeffrey.

Firza Rizki Putra, Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI, menyebut bahwa Bina Artha Sekuritas telah memperoleh lisensi dari BEI sebagai liquidity provider dan market maker. “Ada tiga AB lainnya yang sedang dalam proses untuk mendapatkan lisensi serupa,” ungkapnya. Firza berharap, kehadiran empat AB ini dapat memperkuat penetrasi pasar SSF dan meningkatkan minat serta partisipasi investor dalam produk ini.

Pier Ridge Yose, Kepala Unit Derivatif BEI, menambahkan bahwa fokus BEI tahun ini adalah pada edukasi dan pengenalan SSF. Oleh karena itu, BEI belum menetapkan target volume transaksi SSF untuk tahun ini. “Tahun depan kami menargetkan peningkatan volume transaksi secara signifikan, dengan target sekitar 850 ribu hingga 1 juta kontrak,” jelas Pier.

Single Stock Futures menawarkan potensi keuntungan baik di pasar bullish maupun bearish. Produk ini memungkinkan investor untuk mengambil posisi beli atau ‘long’ saat pasar bullish dan posisi jual atau ‘short’ saat pasar bearish. Keunggulan SSF juga terletak pada modal yang lebih rendah dibandingkan produk lainnya, serta realisasi keuntungan yang bisa dilakukan dalam satu hari bursa (T+1).

Produk ini memiliki mekanisme transaksi yang mirip dengan saham. Beberapa saham yang bisa dipilih untuk transaksi SSF termasuk BBRI, TLKM, BBCA, ASII, dan MDKA. Dengan berbagai keunggulan tersebut, SSF diharapkan menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan cepat di pasar modal Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Dana IPO Rp36,06 Miliar AEGS Ludes, Porsi Terbesar Buat Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajamen PT Anugerah Spareparts Sejahtera Tbk (AEGS)...

BEI Lanjutkan Suspensi Perdagangan Saham Dosni Roha Indonesia (ZBRA), Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk melanjutkan...

IHSG Kembali Turun 0,20% di Bawah 9.000 di Tengah Menguatnya Bursa Asia

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski dibuka menguat di level 9.052,168, Indeks Harga...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru