BEI Perpanjang Suspensi Perdagangan Saham 8 Emiten
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mugi Bayu Pratama, PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan, pihaknya telah memperpanjang penghentian sementara (suspensi) atas perdag...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mugi Bayu Pratama, PH Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 Bursa Efek Indonesia (BEI) mengemukakan, pihaknya telah memperpanjang penghentian sementara (suspensi) atas perdagangan saham 8 emiten di pasar regular dan pasar tunai Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak sesi pertama, Jumat (24/2).
Suspensi kedelapan saham emiten di atas, menurut Mugi, karena belum membayar denda atas keterlambatan pelaksanaan public expose tahun 2022.
Mugi mengemukakan, ke 8 emiten itu adalah PT Bukit Uluwatu Vila Tbk (BUVA), PT Saraswati Griya Lestari Tbk (HOTL), PT Cottonindo Ariesta Tbk (KPAS), PT Rimo Internasional Lestari Tbk (RIMO), PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk (SKYB).
Selain itu, lanjut Mugi, otoritas juga memperpanjang suspensi atas perdagangan saham PT Sugih Energy Tbk (SUGI), PT Tridomain Performance Materials Tbk (TDPM), dan PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM).
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Market Cap BEI Naik 0,48 Persen Jadi Rp10.923T Dalam Sepekan
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026