BEI Resmi Delisting 10 Emiten Mulai 21 Juli 2025, Cek Daftarnya!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghapus pencatatan saham (delisting) 10 emiten mulai 21 Juli 2025. Pengumuman ini tertuang dalam surat No. Peng-DEL-00004/BEI.PP2/07-2025 d...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menghapus pencatatan saham (delisting) 10 emiten mulai 21 Juli 2025. Pengumuman ini tertuang dalam surat No. Peng-DEL-00004/BEI.PP2/07-2025 dan No. Peng-DEL-00001/BEI.PP3/07-2025.
Langkah ini diambil setelah emiten-emiten tersebut dianggap tak mampu memenuhi kewajiban sebagai perusahaan tercatat. Ada beberapa alasan yang jadi pertimbangan. Salah satunya, perusahaan mengalami masalah besar yang mengganggu kelangsungan usaha secara keuangan atau hukum. Selain itu, beberapa saham sudah disuspensi selama lebih dari 24 bulan terakhir.
Berikut daftar lengkap 10 emiten yang terkena delisting dari papan perdagangan BEI:
| No | Kode Saham | Nama Emiten |
| 1 | MAMI | PT Mas Murni Indonesia Tbk |
| 2 | MAMIP | PT Mas Murni Indonesia Tbk (Saham Preferen) |
| 3 | FORZ | PT Forza Land Indonesia Tbk |
| 4 | MYRX | PT Hanson International Tbk |
| 5 | MYRXP | PT Hanson International Tbk (Saham Preferen) |
| 6 | KRAH | PT Grand Kartech Tbk |
| 7 | KPAS | PT Cottonindo Ariesta Tbk |
| 8 | KPAL | PT Steadfast Marine Tbk |
| 9 | PRAS | PT Prima Alloy Steel Universal Tbk |
| 10 | NIPS | PT Nipress Tbk |
Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI, Adi Pratomo Aryanto menjelaskan keputusan ini diambil berdasarkan aturan yang berlaku. Ia merujuk pada Peraturan Bursa Nomor I-N tentang Delisting dan Relisting.
"Perusahaan Tercatat mengalami suatu kondisi atau peristiwa yang signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha, baik secara finansial atau hukum, dan tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai," ujar Adi dalam pengumuman resmi BEI, dalam keterbukaan informasi dikutip Sabtu (19/7/2025).
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- IHSG Ditutup Naik 0,75% ke Level 6.449,830, Saham BYAN Melejit 19,97%
- Suspensi Dibuka, Saham BAJA Kembali Diperdagangkan 19 Agustus 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- IHSG Ditutup Naik 0,75% ke Level 6.449,830, Saham BYAN Melejit 19,97%
- Suspensi Dibuka, Saham BAJA Kembali Diperdagangkan 19 Agustus 2026
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Trump Ancam Bom Oman dan Selat Hormuz Lumpuh, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah
- Laba Bersih Emiten Migas Grup Bakrie (ENRG) Melesat 27% Jadi USD45,23 Juta di Se...
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Tensi Timur Tengah Memanas, Indeks Dow Jones Terkoreksi 270 Poin