Senin, Januari 12, 2026
25.2 C
Jakarta

BEI Stop Sementara Perdagangan Saham MSIN dan KPIG Milik Konglomerat Hary Tanoe, Kenapa Ya?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham dua emiten milik Konglomerat Hary Tanoesoedibjo, yakni PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) dan PT MNC Land Tbk (KPIG) di pasar regular dan pasar tunai sejak perdagangan sesi I, Selasa (20/8/2024).

Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, dalam pengumuman yang disampaikan, Senin (19/8/2024) mengatakan, suspensi perdagangan saham MSIN dilakukan sehubungan dengan terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham tersebut.

Sedangkan suspensi saham KPIG, lanjut Yulianto,  karena terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Yulianto meningkatkan, suspensi KPIG dilakukan oleh BEI hingga pengumuman Bursa lebih lanjut.

“Bursa memandang perlu untuk melakukan suspensi saham MSIN dan KPIG dalam rangka cooling down sebagai bentuk perlindungan bagi investor,” tulis Yulianto dalam pengumuman tertulisnya.

Menurut Yulianto, suspensi perdagangan MSIN dan  KPIG bertujuan memberikan waktu memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di kedua saham ini. Dia berharap, para pihak berkepentingan selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen MSIN dan KPIG. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

IHSG Diprediksi Menguat, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ NICL, BUMI, DEWA hingga RATU!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa...

Investor Telkom (TLKM) Melejit di Akhir 2025, Danantara Genggam Kendali 52,09%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)...

Komposisi Pemegang Saham BRMS Akhir 2025: Investor Sugiman Halim Genggam 7,45%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru