back to top

BEI Suspensi Perdagangan 7 Saham Sekaligus, Apa yang Terjadi?

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan tujuh saham sekaligus mulai Senin, 22 September 2025. Langkah ini diambil setelah harga saham-saham tersebut naik signifikan dalam waktu singkat.

Saham yang terkena suspensi adalah PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA), PT Logisticsplus International Tbk (LOPI), PT Tanah Laut Tbk (INDX), PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN), PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI), dan PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE).

Penghentian sementara perdagangan dilakukan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dimulai sejak sesi I perdagangan Senin, 22 September 2025. Keputusan ini berlaku hingga ada pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, menjelaskan langkah ini merupakan bagian dari upaya melindungi investor. “Penghentian sementara perdagangan saham dilakukan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar agar dapat mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di laman Bursa, dikutip Senin (22/9/2025).

BEI juga mengimbau seluruh pihak untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan masing-masing emiten.

Harga Saham

Pada perdagangan Jumat, 19 September 2025, harga saham TEBE ditutup di level Rp2.260 per saham. Angka ini melonjak Rp425 atau 23,16% dibanding penutupan sebelumnya di Rp1.835. Perdagangan berlangsung aktif dengan volume 79,6 juta saham. Harga dibuka di Rp1.840, sempat menyentuh titik terendah di Rp1.840, lalu naik hingga posisi tertinggi Rp2.290 sebelum akhirnya parkir di Rp2.260. Lonjakan ini mencatatkan rekor baru bagi TEBE di tahun berjalan. Harga tertinggi tahun ini berada di Rp2.260, jauh meninggalkan level terendah Rp540 pada 28 Februari 2025. Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham TEBE bergerak di kisaran Rp530 hingga Rp2.290. Dengan penguatan ini, kapitalisasi pasar TEBE naik menjadi Rp2,9 triliun.

Saham IDEA juga mencatat kenaikan di hari yang sama. Harga ditutup di Rp163 per saham, naik 14 poin atau 9,40% dari penutupan sebelumnya di Rp149. Saham dibuka di Rp162, sempat menyentuh level tertinggi Rp163 dan terendah Rp162. Volume transaksi mencapai 15,62 juta saham dengan kapitalisasi pasar Rp173,17 miliar. Sepanjang setahun terakhir, saham IDEA bergerak di rentang Rp30 hingga Rp163. Harga Rp163 yang dicapai pada 19 September menjadi rekor tertinggi tahun ini, sementara posisi terendah ada di Rp34 pada 19 Maret 2025.

Kenaikan juga terjadi pada saham LOPI. Harga ditutup di Rp118 per saham, naik 9,26% dari Rp108. Sepanjang perdagangan, harga bergerak di kisaran Rp115 hingga Rp118 dengan volume 8,25 juta saham. Kapitalisasi pasar tercatat Rp129,8 miliar. Level Rp118 menjadi harga tertinggi LOPI tahun ini, sementara posisi terendah ada di Rp30 pada 16 April 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini bergerak dari Rp16 hingga Rp118.

Saham INDX melonjak tajam di perdagangan Jumat. Harga ditutup di Rp228 per saham, naik Rp50 atau 28,09% dibanding penutupan sebelumnya di Rp178. Sejak pembukaan di Rp183, saham bergerak aktif. Sepanjang sesi, harga sempat turun ke Rp183 dan menanjak hingga Rp240. Volume transaksi sangat besar, mencapai 97,95 juta saham. Kenaikan ini menandai rekor harga tertinggi tahun ini di Rp228. Sebelumnya, level terendah tercatat Rp68 pada 26 Mei 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham INDX bergerak di rentang Rp67 hingga Rp240. Dengan harga terbaru, kapitalisasi pasar perusahaan tercatat sekitar Rp99,84 miliar.

Saham KJEN juga mencatat lonjakan tajam. Saham ditutup di Rp330 per saham, naik Rp60 atau 22,22% dari Rp270 pada penutupan sebelumnya. Sejak awal perdagangan, saham dibuka di Rp280, sempat menyentuh tertinggi Rp336, lalu berakhir di Rp330. Level terendah tercatat di Rp280. Volume transaksi mencapai 36,34 juta saham. Kenaikan harga ini membawa KJEN mencatat rekor tertinggi tahun ini di Rp330, sedangkan posisi terendah masih di Rp80 pada 9 April 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham KJEN bergerak di kisaran Rp60 hingga Rp336. Kapitalisasi pasar perusahaan kini mencapai Rp165 miliar.

Saham FUJI juga menguat signifikan. Harga ditutup di Rp735 per saham, naik Rp50 atau 7,30% dari Rp685. Saham dibuka di Rp690, sempat menanjak ke Rp820 lalu turun lagi ke Rp735. Level terendah harian ada di Rp690. Volume perdagangan mencapai 9,08 juta saham, mencerminkan minat besar investor. Kapitalisasi pasar kini sekitar Rp955,5 miliar. Sepanjang tahun berjalan, FUJI mencatat rekor tertinggi di Rp735 pada 19 September, sementara level terendah ada di Rp304 pada 15 Januari. Dalam 52 minggu terakhir, saham FUJI bergerak dari Rp181 hingga Rp820.

Saham LIVE mencatat lonjakan harga yang cukup signifikan. Saham ditutup di Rp330 per saham, naik Rp66 atau 25% dari Rp264 pada penutupan sehari sebelumnya. Sepanjang perdagangan, saham dibuka di Rp264, sempat turun ke Rp260, lalu melesat ke Rp330. Volume transaksi sangat besar, mencapai 123,33 juta saham. Lonjakan ini membuat LIVE mencatat harga tertinggi tahun ini di Rp330, level yang sebelumnya sempat disentuh pada 28 Februari 2025. Dalam setahun terakhir, saham LIVE bergerak di kisaran Rp107 hingga Rp330. Dengan kenaikan ini, kapitalisasi pasar perusahaan terdongkrak hingga Rp1,51 triliun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Rata-Rata Transaksi Harian Bursa Melejit 15%, Emiten Otomotif hingga Kertas Ramai-Ramai Terbitkan Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia...

Inilah 5 Saham Top Gainers dalam Pekan Ini, Ada JAYA, BNBR dan DIVA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama lima...

Ramayana Lestari (RALS) Siap Alihkan 203.513.800 Lembar Saham Hasil Buyback ke Pengendali

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Manajemen PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru