back to top

BEI Suspensi Perdagangan Saham Menn Teknologi Indonesia (MENN)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspensi) perdagangan saham PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (MENN) di seluruh pasar sejak perdagangan sesi pertama, Rabu 29 Oktober 2025.

Suspensi saham MENN, menurut Vera Florida, Kepala Divisi Penilaian Perusahaan BEI, sehubungan dengan pemantauan Bursa atas operasional PT Menn Teknologi Indonesia Tbk (Perseroan), terdapat keraguan atas kelangsungan usaha (going concern) Perseroan.

“Mempertimbangkan hal tersebut serta dalam rangka menyelenggarakan perdagangan Efek yang teratur, wajar dan efisien, Bursa memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan efek Perseroan di Seluruh Pasar terhitung sejak Sesi I Perdagangan Efek pada tanggal 29 Oktober 2025,” ujarnya

Sehubungan dengan suspensi saham MENN tersebut, Vera pun meminta kepada para pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh manajemen Perseroan.

Berdasarkan laporan keuangan per Juni 2025, MENN menderita rugi bersih sebesar Rp3,78 miliar. Di periode yang sama tahun 2024, Perseroan masih mencatatkan laba Rp380,90 juta. Penjualan bersih MENN anjlok 75,10% jadi Rp738,12 juta pada semester I 2025, dari Rp2,92 miliar pada semester I 2024.

Total aset MENN per Juni 2025 sebesar Rp39,24 miliar, turun 12,54% dari Rp44,87 miliar per Desember 2024. Jumlah liabilitas dan ekuitas Perseroan per Juni 2025, masing-masing sebesar Rp32,77 miliar dan Rp39,21 miliar. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bongkar Dugaan Manipulasi IPO dan Harga Saham BEBS Meroket 7.150%, OJK Geledah Kantor PT MASI di SCBD

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggeledah kantor...

Sempat Terbang Tinggi, BEI Akhirnya Buka Gembok 3 Saham Ini Besok!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut...

Kewajiban Beres, BEI Buka Kembali Gembok Saham WMPP Hari Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru