back to top

Beli di Bawah Harga Penutupan Pasar, Komisaris BBCA Jahja Setia Atmadja Borong 67 Ribu Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Presiden Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), Jahja Setia Atmadja, kembali menambah porsi kepemilikan sahamnya. Aksi borong saham ini dilakukan di tengah penguatan harga saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi, Jahja membeli 67.000 unit saham BBCA pada Senin, (2/2/2026). Transaksi pembelian ini dilakukan pada harga Rp7.450 per saham.

Jika dikalkulasi, total nilai transaksi yang dikeluarkan mencapai Rp499,15 juta. Tujuan dari transaksi ini adalah murni untuk investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Kini, pundi-pundi saham milik Jahja di BBCA meningkat menjadi 35.000.644 unit saham. Sebelumnya, ia tercatat memiliki 34.933.644 unit saham. Meski jumlah saham bertambah, hak suara Jahja tetap berada di angka 0,03%.

“Laporan kepemilikan saham,” tulis Jahja dalam dokumen yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Senin (2/2/2026).

Aksi beli Jahja ini tergolong menarik karena dilakukan di bawah harga penutupan pasar. Pada perdagangan Senin (2/2/2026), saham BBCA berakhir menguat 2,70% atau naik Rp200 ke level Rp7.600 per saham.

Harga beli Jahja sebesar Rp7.450 berada dalam rentang pergerakan harian bursa. Sepanjang hari itu, saham BBCA bergerak lincah pada kisaran Rp7.325 hingga Rp7.600 per saham. Volume perdagangan harian tercatat sebanyak 326,95 juta saham.

Sebagai informasi, level penutupan Senin ini lebih tinggi dibandingkan penutupan Jumat (30/1/2026) senilai Rp7.400. Saat ini, kapitalisasi pasar BBCA telah mencapai Rp936,89 triliun.

Dalam periode tahun berjalan, saham bank berkode BBCA ini sempat menyentuh level tertinggi Rp8.175 pada 6 Januari 2026. Sementara itu, level terendah tahun berjalan berada di posisi Rp7.025 pada 28 Januari 2026.

Secara tahunan, pergerakan saham BBCA masih cukup lebar. Rentang harganya berada di antara Rp6.375 hingga Rp9.800 per saham.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BEI Tetap Pede Kejar 50 IPO 2026 Meski Free Float Naik Jadi 15%, Kantongi Dua Calon Emiten Jumbo

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap pede...

Free Float 15% Berlaku Bertahap, OJK–BEI Bahas Dampak ke Calon Emiten di Pipeline IPO

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa...

Barito Renewables (BREN) Mulai Buyback Saham di BEI, Siapkan Dana Rp2 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Mulai hari ini, Rabu 04 Februari 2026,...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru