Besok Resmi Melantai di BEI, Intip Rencana Bisnis Kian Santang Muliatama!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (08/11/2023) dengan harga initial public offering (IPO)...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Saham PT Kian Santang Muliatama Tbk (RGAS) dicatatkan dan mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (08/11/2023) dengan harga initial public offering (IPO) sebesar Rp120 per saham.
Menurut pengumuman BEI, Selasa (7/11), sebanyak 1,459 miliar saham RGAS bernominal Rp40 per unit itu akan dicatatkan di BEI, Rabu (08/11/2023). Ini terdiri atas 1,125 miliar unit saham pendiri, dan 334,20 juta saham IPO. Dari aksi korporasi ini, RGAS memperoleh tambahan modal Rp40,104 miliar.
Bersamaan dengan pencatatan saham, emiten di bidang perdagangan besar mesin peralatan dan perlengkapan lainnya, instalasi mekanikal, instalasi migas ini juga mencatatkan waran seri I sebanyak 200,52 jutaย unit. Setiap pemegang lima saham baru berhak mendapatkan tiga waran seri I. Setiap pemegang satu waran seri I berhak membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp210 per unit. Jika semua pemegang waran seri I melaksanakan haknya, RGAS nantinya akan memperoleh tambahan modal Rp42,109 miliar.
Sebagai informasi, dana hasil IPO akan digunakan untuk beberapa keperluan, Pertama, sebesar Rp14,682 miliar untuk pembelian 99% saham PT Kian Santang dan setoran modal untuk modal kerja PT Kian Santang. Kedua, sebesar Rp6,312 miliar untuk pembelian 99% saham PT Karya Instrumindo Simpati dan setoral modal untuk PT Karya Instrumindo Simpati. Ketiga, sekitar Rp9,630 miliar untuk akuisisi merk Ergas dan Kians. Keempat, sisanya untuk modal kerja Perseroan. Dana yang diperoleh dari pelaksanaan waran seri I, jika dilaksanakakan oleh pemegang waran seri I, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja Perseroan.
Pendapatan RGAS naik 71,80%, dari Rp7,20 miliar per 30 April 2022 menjadi Rp12,37 miliar per 30 April 2023. Dari pendapatan tersebut, RGAS membukukan laba tahun berjalan Rp1,21 miliar per 30 April 2023, turun 14,18%, dari Rp1,41 miliar per 30 April 2022.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...