BI: Uang Beredar Tumbuh Positif pada Februari 2024
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bank Indonesia (BI), mengumumkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2024 tumbuh positif. Posisi M2 pada Februari 2024 tercatat sebe...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bank Indonesia (BI), mengumumkan, likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2024 tumbuh positif. Posisi M2 pada Februari 2024 tercatat sebesar Rp8.739,6 triliun atau tumbuh 5,3% (yoy), relatif stabil dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 5,4% (yoy).
Erwin Haryono, Asisten Gubernur BI Bidang Departemen Komunikasi, mengemukakan, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 5,2% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,3% (yoy).
Perkembangan M2 pada Februari 2024 terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. Penyaluran kredit pada Februari 2024 tumbuh sebesar 11,0% (yoy), relatif terjaga dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5% (yoy).
- RUPSLB Millennium Pharmacon (SDPC) Rombak Direksi dan Komisaris
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Tunggal Jaya Investama Borong 1,6 Juta Saham IMPC di Atas Harga Pasar
- Mayoritas Bursa Saham Asia Parkir di Zona Merah, Nikkei Anjlok 2,5%
- IHSG Ditutup Naik 0,75% ke Level 6.449,830, Saham BYAN Melejit 19,97%
- Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 4,4% Jadi USD453,4 Miliar pada Triwulan II 20...
- Rosan Ungkap DSI Pantau 6.500 Transaksi Ekspor Senilai USD14 Miliar
- Rosan Roeslani: Investasi 2026 Tumbuh 7,2%, Target 2027 Rp2.322 Triliun
- RUPSLB Millennium Pharmacon (SDPC) Rombak Direksi dan Komisaris
- Laba Bersih AVIA Tembus Rp938 Miliar, Naik 20,7% pada Semester I 2026
- Harga Emas Dunia Kembali Melambung, Ini Faktor Makro Pemicunya
- Trump Ancam Bom Oman dan Selat Hormuz Lumpuh, Bursa Saham Eropa Kompak Memerah
- Laba Bersih Emiten Migas Grup Bakrie (ENRG) Melesat 27% Jadi USD45,23 Juta di Se...
- Perjanjian Damai AS-Iran Berakhir, Harga Minyak Dunia Melonjak
- Tensi Timur Tengah Memanas, Indeks Dow Jones Terkoreksi 270 Poin