Selasa, Januari 20, 2026
29.9 C
Jakarta

Bidik Dana IPO Rp3,06 Triliun, Super Bank Indonesia (SUPA) Tawarkan 4,406 Miliar Saham ke Publik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA),  calon emiten di bidang usaha jasa perbankan berencana untuk melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 4.406.612.300 lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per unit.

Berdasarkan prospektus rencana IPO saham yang disampaikan Manajemen Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) di Jakarta,  Selasa 25 November 2025, jumlah saham yang ditawarkan ini mencapai 13% dari modal disetor SUPA setelah IPO saham.

Penawaran umum saham SUPA pada 10-15  Desember 2025. Penjatahan dan distribusi saham SUPA secara elektronik pada 15 dan 16 Desember  2025. Pencatatan saham SUPA di Bursa Efek Indonesia pada 17 Desember 2025.

Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) tersebut adalah, PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia,  PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM), dan PT Sucor Sekuritas.

Menurut Manajemen, harga perdana saham SUPA di kisaran Rp525-Rp695 per lembar. Dengan demikian, calon emiten bidang usaha jasa perbankan tersebut berpeluang mendapatkan tambahan modal sebesar Rp3,06 triliun.

Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi, sebesar 70% akan digunakan oleh Perseroan untuk modal kerja dalam rangka penyaluran kredit Perseroan.

Sedangkan, sisanya sebesar 30% akan dialokasikan untuk belanja modal Perseroan yang akan dilakukan secara bertahap mulai dari tahun 2026 hingga 5 tahun ke depan, guna pengembangan produk perseroan.

Pengembangan tersebut, antara lain untuk produk pendanaan, pembiayaan, dan sistem pembayaran dengan fokus pada solusi digital bagi retail dan UMKM guna mendukung pertumbuhan berkelanjutan, dan didukung oleh pengembangan teknologi informasi (IT) yang saling melengkapi, melalui investasi pada infrastruktur, sistem operasional, AI & Data Analytics, serta peningkatan  cybersecurity guna membangun fondasi digital kuat, aman, dan efisien. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pengendali Jual 5% Saham Nanotech Global (NANO), Dapat Untung Miliaran

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Nanotech Investama Sedaya, pemegang saham pengendali PT...

Sempat Digembok Karena Harganya Melejit, BEI Izinkan 8 Saham Ini Transaksi Lagi Mulai Besok

STOCKWATCH.ID, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut...

RUPSLB VENTENY Angkat Adler Heymans Manurung sebagai Komisaris Independen yang Baru

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT VENTENY Fortuna International Tbk (VTNY)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru