Bidik Pertumbuhan Laba 6% Tahun 2023, Bank Jatim Pasang Target Kenaikan Kredit 13%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim membidik pertumbuhan laba bersih antara 5-6% pada 2023. Adapun sepanjang tahun lalu, Perseroan berhasil mence...
“Kemudian kami akan switching ke arah sektor produktif yakni UKM. Kami punya portofolio Rp9,9 triliun untuk UKM,” jelasnya.
Bank Jatim, demikian Busrul, telah mempersiapkan infrastruktur yang dibutuhkan untuk membantu mencapai target kredit. Perseroan di antaranya membentuk semacam direktorat agar bisa fokus pada segmen bisnis tertentu. Misalnya, direktorat yang fokus di bisnis syariah, fokus pada segmen consumer atau fokus di korporasi sindikasi. Selain itu, Bank Jatim melakukan pemetaan (maping) terhadap potensi bisnis setiap wilayah yang menjadi incaran. Perseroan juga menerapkan sistem segmentasi kredit.
Untuk diketahui, pada 2022, total penyaluran kredit Bank Jatim mencapai Rp46,197 triliun, naik sebesar 8,06% dari Rp42,750 triliun pada 2021. Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang kenaikan tertinggi dengan peningkatan sebesar 26,24% jadi Rp6,34 triliun hingga akhir 2022. Portofolio kredit Komersial juga mengalami peningkatan sebesar 7,02% menjadi Rp11,20 Triliun. Adapun lonjakan kredit di sektor konsumsi tercatat sebesar 5,11% menjadi Rp28,65 triliun.
Busrul mengemukakan, seiring meningkatnya target penyaluran kredit, pihaknya tetap akan memberi perhatian pada kualitas setiap pinjaman. Untuk itu, tahun ini rasio Non Performing Loan (NPL) Gross Perseroan akan dijaga pada angka 2,7-3%.
Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) Bank Jatim diproyeksikan berkisar antara 5,3 – 5,4% tahun ini. Adapun Capital Adequacy Ratio (CAR) diperkirakan mencapai 22-23%. Untuk BOPO Bank Jatim hingga akhir tahun ini diprediksi sekitar 74-75%. Loan to Deposite Ratio (LDR) akan ditingkatkan menjadi 58-60% pada 2023. Memang, LDR ini relatif masih berada di bawah industri perbankan. Namun, jelas Busrul, ini merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk tumbuh lebih baik melalui penguatan fundamental, sehingga kredit juga bisa naik secara sustainable dan sehat.
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...