STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana menambah modal melalui skema Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue.
Dalam laporan keterbukaan informasi, emiten milik keluarga Bakrie ini bakal menerbitkan sebanyak-banyaknya 90 miliar lembar saham baru seri E. Saham tersebut berasal dari portepel dengan nilai nominal Rp12 per saham.
Aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan perusahaan. Dana hasil rights issue rencananya digunakan untuk membayar kewajiban Perseroan dan anak perusahaan kepada kreditur.
Selain untuk bayar utang, dana tersebut juga akan dialokasikan sebagai modal kerja. Langkah ini juga menjadi bagian dari strategi pendanaan setelah pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) pada 2025noleh PT Bakrie Toll Indonesia.
“Perseroan menilai perlu untuk melaksanakan PMHMETD dalam rangka optimalisasi struktur pendanaan terkait Pengambilalihan CCT serta mendukung modal kerja dan pengembangan usaha Perseroan dan CCT,” ujar Christofer A. Uktolseja, Corporate Secretary BNBR, dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (20/1/2026).
Manajemen BNBR optimistis aksi korporasi ini memberikan pengaruh positif. Penambahan modal diharapkan mampu menurunkan rasio total pinjaman terhadap total aset serta rasio pinjaman terhadap ekuitas.
Namun, pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terkena efek dilusi cukup signifikan. “Persentase kepemilikan saham di Perseroan akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 33,33% setelah dilaksanakannya HMETD,” jelas Christofer.
Untuk memuluskan rencana ini, BNBR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Ini dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 27 Februari 2026.
Pelaksanaan rights issue ini tetap mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Perseroan akan mengajukan pernyataan pendaftaran segera setelah mengantongi restu dari para pemegang saham dalam RUPSLB mendatang.
Harga pelaksanaan final serta jumlah pasti saham yang diterbitkan akan diumumkan kemudian. Informasi tersebut akan tersedia dalam prospektus yang disediakan bagi pemegang saham yang berhak sesuai ketentuan bursa.
