STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Liem Tjen Hung, salah satu pemegang saham perorangan PT Sepatu Bata Tbk (BATA), telah menambah porsi kepemilikan sahamnya di perusahaan alas kaki tersebut melalui BEI pada 30 Maret 2026.
Seperti dikutip dari laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI, Senin 30 Maret 2026, Liem Tjen Hung memborong 10.000 lembar saham BATA di harga Rp56 per lembar sehingga menggelontorkan dana Rp560 ribu.
Tujuan Liem Tjen Hung membeli saham BATA adalah menambah kepemilikan atau investasi dengan status kepemilikan saham langsung atas perusahaan tersebut.
Sebelum transaksi, Liem Tjen Hung menggenggam 68.544.100 unit atau 5,272% saham. Adapun setelah pembelian tersebut, kepemilikan saham Liem Tjen Hung atas BATA bertambah menjadi 68.554.100 unit atau setara 5,273% saham.
Di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BATA ditutup di posisi Rp61 per unit pada Rabu, 1 April 2026 , tidak berubah dibanding sehari sebelumnya. Selama perdagangan sepekan di BEI, harga saham BATA hanya naik sebesar 1,66%.
Sekedar informasi, PT Sepatu Bata Tbk (BATA) merupakan produsen alas kaki yang tergabung dalam Organisasi Sepatu Bata. Perusahaan tersebut didirikan pada tahun 1931 sebagai importir sepatu. Kemudian, Perseroan mulai berproduksi di pabrik Kalibata, Jakarta Selatan, pada tahun 1940. Jenis alas kaki yang diproduksi antara lain sepatu dan sandal kulit, sepatu kanvas, dan sepatu olahraga.
Pada tahun 1982, perusahaan tersebut melakukan IPO (initial public offering) dan mencatatkan sahamnya di bursa. Pabrik kedua dibangun pada tahun 1994 di Purwakarta. Pada tahun 2004, perusahaan mendapat izin untuk mengimpor dan mendistribusikan barangnya. Beberapa brand ternama di Indonesia selain Bata adalah North Star, Bubblegummers, dan Marie Claire. (konrad)
