STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Direktur Utama PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) Irsyad Hanif membeli sebanyak 25 juta unit saham perusahaan wadah kertas dan distributor kemasan kertas food grade untuk restoran tersebut. Transaksi dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 8 Agustus 2025.
Disebutkan dalam laporan keterbukaan informasi yang disampaikan manajemen ke BEI, Selasa 12 Agustus 2025 Irsyad membeli saham PPR pada kisaran harga Rp202-Ro220 per lembar. Sehingga dana yang dikucurkan mencapai Rp5,5 miliar.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Irsyad Hanif atas saham PPRI pun meningkat menjadi 192.806.200 lembar (17,94%) dari sebelumnya 167.806.200 saham. Tujuan Irsyad membeli saham PPRi untuk investasi jangka panjang.
Ditinjau dari sisi kinerja keuangan, PPRI membukukan penjualan bersih sebesar Rp78,42 miliar pada semester I 2025, tumbuh 6,39% dari Rp73,71 miliar pada periode sama 2024. Dari penjualan tersebut, emiten wadah dan kemasan kertas tersebut mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,8 miliar pada semester I 2025, turun 1,77% jika dibandingkan Rp1,83 miliar pada semester I 2024.
Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI),Selasa 12 agustus 2025, saham PPRI terpantau di Rp230 per unit, turun 8% dibandingkan sehari sebelumnya sebesar Rp250 per unit. Selama perdagangan sepekan di BEI, harga saham PPR telah melonjak sebesar 34,4%, dari Rp186 per unit jadi Rp250 per unit.
PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) adalah perusahaan yang didirikan pada tahun 2011 dan bergerak dalam industri wadah kertas dan kemasan. Perusahaan mendistribusikan kemasan kertas food grade untuk restoran, kafe, dan bisnis makanan lainnya, seperti paper cup, paper wrap, paper bowl, dan paper bag. (konrad)
