STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) resmi merampungkan pemisahan (spin-off) Unit Usaha Syariah (UUS) miliknya. Seluruh hak dan kewajiban unit bisnis tersebut kini beralih ke PT Bank Syariah Nasional (BSN). Langkah besar ini mulai efektif berlaku pada 22 Desember 2025.
Nilai transaksi aksi korporasi besar ini mencapai Rp5.56 triliun. Manajemen BTN mengumumkan rincian keterbukaan informasi ini di Jakarta pada Senin (5/1/2026). Pemisahan unit bisnis tersebut menjadi tonggak baru transformasi perbankan syariah perseroan.
Manajemen BTN membeberkan alasan utama di balik aksi korporasi tersebut. Pemisahan UUS bertujuan memenuhi amanat Undang-Undang Perbankan Syariah (UUPS). Kebijakan ini juga merupakan harapan dari perseroan selaku pemegang saham pengendali.
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional secara signifikan. Pengalihan UUS kepada BSN mempermudah alur kebijakan pengembangan bisnis. Mekanisme pengambilan keputusan diprediksi menjadi lebih efisien dan cepat.
BTN saat ini berstatus sebagai pemegang saham pengendali BSN. Persentase kepemilikan saham BTN di bank syariah tersebut mencapai 99,99%. Jumlah ini mewakili 6.620.052.683 lembar saham yang ditempatkan dan disetor penuh.
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menegaskan status hukum unit syariah lama. “Pada Tanggal Efektif Pemisahan, kegiatan usaha UUS pada Perseroan secara hukum berakhir dan seluruh hak dan kewajiban UUS Perseroan beralih kepada BSN,” ujarnya, dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (6/1/2026).
Proses pemisahan mengikuti mandat Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memberikan restu melalui surat resmi tertanggal 9 Desember 2025. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia juga mengesahkan tanggal efektif pemisahan pada 15 Desember 2025.
Tingkat kesehatan BTN pasca pemisahan diproyeksikan tetap berada pada peringkat 2 atau kategori sehat. Kondisi keuangan perseroan dinilai mampu menghadapi berbagai pengaruh faktor eksternal. Infrastruktur teknologi serta sumber daya manusia dipastikan sudah siap beroperasi secara mandiri.
Nixon L.P. Napitupulu memimpin langsung jajaran direksi dalam proses transformasi ini. Jajaran pimpinan lain seperti Wakil Direktur Utama Oni Febriarto Rahardjo ikut memastikan kelancaran transisi. Sementara itu, BSN kini dipimpin oleh Alex Sofjan Noor sebagai Direktur Utama.
