BTN Salurkan Kredit Rp356 Triliun hingga Kuartal III-2024, Tumbuh 11,9%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Meskipun dihadapkan dengan biaya dana yang tinggi dan tantangan makroekonomi, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN berhasil mencatatkan peningkatan penyalura...
Sementara itu, BTN juga melihat prospek cerah di sektor KPR Non Subsidi. Permintaan tinggi datang dari segmen Emerging Affluent, yakni masyarakat dengan penghasilan lebih tinggi yang mencari KPR dengan ticket size di atas Rp750 juta. Hingga Oktober 2024, BTN mengoperasikan sembilan Sales Center, termasuk yang berada di kawasan menengah ke atas di Jakarta, seperti Pantai Indah Kapuk, Pondok Indah, dan Cibubur.
Nixon menyampaikan, nasabah yang dilayani di Sales Center memiliki saldo tabungan rata-rata tiga kali lipat lebih besar dibandingkan dengan nasabah Non Subsidi biasa. Bahkan, lebih dari 20% dari total penyaluran KPR Non Subsidi BTN berasal dari Sales Center. "Kami berencana menambah jumlah Sales Center menjadi 15 kantor hingga akhir 2025," tambah Nixon.
BTN juga mencatat pertumbuhan di segmen kredit bermargin tinggi, yang tumbuh 20,1% menjadi Rp15,9 triliun pada September 2024. Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengalami lonjakan 68,1%, sedangkan Kredit Ringan (KRING) dan Kredit Agunan Rumah (KAR) juga tumbuh signifikan.
Seiring dengan peningkatan penyaluran kredit, BTN tetap menjaga kehati-hatian dalam mengelola risiko. Rasio kredit bermasalah (NPL) BTN turun menjadi 3,2% pada September 2024, dibandingkan dengan 3,5% pada tahun lalu. Nixon memastikan bahwa tingkat NPL BTN akan terus menurun seiring penyelesaian bulk asset sales yang diperkirakan mencapai Rp1,1 triliun hingga Rp1,5 triliun pada Desember mendatang.
Dalam hal penghimpunan dana, BTN juga mencatatkan kinerja yang positif. Hingga akhir September 2024, DPK BTN mencapai Rp370,7 triliun, tumbuh 14,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan dana giro yang tumbuh 25,9%. Dana murah berupa tabungan dan giro (CASA) juga berkontribusi sebesar 51% terhadap total DPK BTN, dengan pertumbuhan 17,9% yoy.
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Sesi I Melemah 0,03% ke 6.234,293, AMMN Menguat, BBCA dan BMRI Tertekan
- BEI Soroti Volatilitas Saham NICK, Manajemen Beri Klarifikasi
- Nasabah Mandiri Sekuritas Tembus 1,48 Juta, Growin’ di Livin’ Jadi Motor Pertumb...
- Tower Bersama (TBIG) Terbitkan Obligasi dan Sukuk Rp1,25 Triliun, Kupon Tertingg...
- Kinerja KPIG Semester I 2026 Melesat, Pendapatan Naik 15,5% Ditopang Bisnis Hosp...
- Pendapatan dan Laba BHIT Kompak Turun di Semester I 2026, Ini Penyebabnya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...