Bukit Asam (PTBA) Bukukan Laba Bersih Rp2,93 Triliun pada 2025, Turun 43%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengumumkan kinerja keuangan konsolidasian auditan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 2025. Perseroan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp2,93 triliun pada 2025, turun 43% jika dibandingkan Rp5,10 triliun pada tahun 2024.

Pendapatan bersih PTBA mencapai Rp42,65 triliun pada 2025, turun tipis dari 42,76 triliun pada tahun 2024. Perseroan mencatatkan EBITDA sebesar Rp6,08 triliun pada 2025, turun 27% dibandingkan Rp8,3 triliun pada tahun 2024.

Dari sisi operasional, PTBA mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan pertumbuhan produksi secara YoY sebesar 9% yang juga diikuti dengan kenaikan realisasi penjualan sebesar 6%. Meski secara operasional kinerja meningkat, namun harga jual rata-rata (ASP) tercatat menurun 6%. Ini seiring harga batu bara yang terus menurun. NCI tercatat menurun 22% dan ICI-3 turun 16% YoY

Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail dalam siaran pers, Rabu 1 April 2026 mengatakan, di tengah tekanan harga batu bara global sepanjang 2025, PTBA tetap mampu mempertahankan kinerja operasional yang solid. Perseroan juga mencatat perbaikan profitabilitas secara kuartalan, didorong oleh optimalisasi portofolio pasar ekspor dan peningkatan efisiensi biaya.

“Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan volume produksi dan penjualan yang tetap positif. Selain itu, realisasi belanja modal yang optimal menjadi fondasi penting dalam mendukung keberlanjutan serta pertumbuhan kinerja operasional Perseroan ke depan,”kata Arsal dalam keterangannya.

Total aset PTBA pada 31 Desember 2025 sebesar Rp43,92 triliun atau naik 5% dibandingkan akhir tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp41,79 triliun. Hal tersebut disebabkan adanya kenaikan nilai aset tidak lancar sebesar 12% atau ekuivalen dengan Rp3,12 triliun, yang utamanya diperoleh dari penambahan aset tetap.

Total liabilitas PTBA pada 31 Desember 2025 tercatat naik dari posisi pada akhir Desember 2024 sebesar Rp19,14 triliun, menjadi Rp21,30 triliun,yang utamanya disebabkan oleh adanya kenaikan pinjaman bank. Sedangkan ekuitas tercatat menurun tipis dari posisi akhir Desember 2024 sebesar Rp22,64 triliun menjadi Rp22,62 triliun pada 31 Desember 2025.

Arus kas bersih yang diperoleh PTBA dari aktivitas operasi tercatat meningkat dari Rp5,05 triliun menjadi Rp6,26 triliun atau naik 24% YoY. Kenaikan ini terutama disebabkan oleh adanya peningkatan penermimaan dari pelanggan dan pengembalian pajak.

Sedangkan arus kas bersih  PTBA yang digunakan untuk aktivitas investasi tercatat naik dari periode sebelumnya Rp0,94 triliun menjadi Rp3,40 triliun sampai dengan 31 Desember 2025. Peningkatan ini terutama disebabkan adanya penambahan aset tetap dan tanaman produktif yang meningkat dari periode sebelumnya.

PTBA merealisasikan belanja modal atau capital expenditure (Capex) sebesar Rp4,55 triliun hingga 31 Desember 2025. Mayoritas capex digunakan untuk Pengembangan angkutan batu bara relasi Tanjung Enim-Kramasan. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Pendapatan Turun, Sunindo Pratama (SUNI) Cetak Laba Rp192 Miliar di 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Sunindo Pratama Tbk (SUNI) membukukan...

Kinerja Belum Pulih, Waskita Karya Rugi Rp3,92 Triliun di 2025, Ini Penyebabnya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Waskita Karya Tbk (WSKT)...

Kinerja Solid, Pendapatan dan Laba Indokripto (COIN) Tumbuh di 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) mencatat...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru