back to top

Bursa Eropa Ditutup Menguat, Saham Pertahanan dan Farmasi Justru Tertekan

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa berakhir menguat pada perdagangan Senin (15/12/2025) waktu setempat. Kenaikan ini terjadi di awal pekan yang sibuk bagi bank sentral Eropa.

Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa tercatat naik 0,74% ke level 582,54. Mayoritas sektor dan bursa utama berakhir di zona hijau.

Indeks FTSE 100 Inggris melonjak 1,06% menjadi 9.751,31. Indeks DAX Jerman naik tipis 0,18% ke posisi 24.229,91. Indeks CAC 40 Prancis bertambah 0,70% menjadi 8.124,88. Kenaikan juga dialami FTSE MIB Italia sebesar 1,39% dan IBEX 35 Spanyol yang menguat 1,11%.

Investor sedang bersiap menghadapi pekan yang padat. Bank Sentral Eropa (ECB) akan menggelar pertemuan kebijakan terakhir tahun ini pada Kamis. Bank sentral ini diperkirakan akan menahan suku bunga di level 2%.

Presiden ECB Christine Lagarde berbicara kepada Financial Times terkait proyeksi ekonomi. Ia mengatakan bank sentral kemungkinan akan menaikkan perkiraan pertumbuhannya lagi pada bulan Desember. Sebelumnya, mereka telah menaikkan prediksi pertumbuhan PDB tahunan menjadi 1,2% pada September lalu.

Bank sentral lain juga akan mengambil keputusan kebijakan moneter terakhir untuk tahun 2025 minggu ini. Ini termasuk Bank of England (BOE), Riksbank, dan Norges Bank. BOE diperkirakan akan memangkas suku bunga. Selain itu, angka inflasi Zona Euro dan Inggris akan keluar pada Rabu.

Para pemimpin Eropa juga akan diuji mentalnya minggu ini. Mereka membahas pendanaan untuk Ukraina pada pertemuan puncak di Brussels, Kamis. Agenda ini mencakup kemungkinan penggunaan aset Rusia yang dibekukan. Aset ini akan menopang pinjaman 210 miliar euro atau US$ 246 miliar ke Kyiv.

Di tengah penguatan pasar, sejumlah saham pertahanan Eropa justru ditutup di zona merah pada Senin. Hal ini terjadi setelah Presiden Volodymyr Zelenskyy menawarkan untuk membatalkan tujuan jangka panjang Ukraina bergabung dengan NATO. Ini merupakan perubahan kebijakan yang besar.

Saham Rheinmetall mengakhiri sesi perdagangan dengan penurunan 2,6%. Renk turun 0,9%. Kedua saham ini memangkas kerugian yang lebih curam dari awal hari. Hensoldt melemah 1%, sementara Saab tergelincir 0,2%.

Sektor farmasi juga mengalami tekanan. Perusahaan biofarmasi Belanda, Argenx, merosot 3,9%. Perusahaan ini menghentikan uji coba tahap tiga untuk pengobatan penyakit mata tiroidnya.

Sanofi menutup sesi 3,3% lebih rendah. Obat sklerosis ganda perusahaan farmasi Prancis ini gagal memenuhi tujuan utamanya untuk menunda perkembangan disabilitas pada pasien. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) juga menunda keputusan tentang obat eksperimental tersebut.

Hikma Pharmaceuticals ditutup turun 0,9% setelah CEO Riad Mishlawi menyatakan akan mundur dari perannya. Sebaliknya, saham GSK naik 0,5%. Badan Obat Eropa merekomendasikan persetujuan obat depemokimab milik perusahaan Inggris ini.

Sementara itu, The Magnum Ice Cream Company mencatatkan kinerja gemilang. Perusahaan spin-off es krim terbaru dari Unilever ini ditutup melonjak 6,6%.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Saham Teknologi Rontok, Nasdaq Terjun 1,51% Saat Dow Jones Berhasil Menguat

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Saham Eropa Menguat Tipis, Investor Cermati Rilis Laporan Laba Perusahaan

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat tipis...

Pasar Saham Asia Menghijau, Bursa Jepang Mixed dan Korea Selatan Melonjak

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik mayoritas...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru