Bursa Saham Asia Pasifik Bervariasi, Indeks Kospi Anjlok 5% Usai Cetak Rekor
STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik berakhir bervariasi pada penutupan perdagangan Senin (3/8/2026). Indeks Kospi di Korea Selatan mengalami penurunan cukup dalam. Hal ini terjadi setelah bursa Seoul mencatatkan rekor kenaikan tertinggi pada akhir pekan lalu.
Mengutip
CNBC, pergerakan pasar saham hari itu dipengaruhi oleh aksi koreksi di Seoul. Indeks
Kospi Korea Selatan turun lebih dari 5% dan ditutup pada level 6.257,45. Meski
indeks utama jatuh, indeks Kosdaq justru melaju. Indeks yang berisi saham-saham
berkapitalisasi kecil ini naik 2,44%. Kosdaq menutup hari di posisi 737,35.
Pasar saham Jepang juga terpantau melemah. Indeks Nikkei 225 merosot 0,94% ke angka 63.754,9. Indeks Topix yang cakupannya lebih luas ikut turun lebih dari 1% menjadi 3.960,03.
Di sisi lain, bursa Australia berhasil menguat. Indeks S&P/ASX 200 ditutup naik 0,47% di level 9.019,3.
Kondisi berbeda terlihat di pasar China daratan. Indeks CSI 300 melemah 0,98% ke posisi 4.543,18. Indeks Shanghai Composite juga turun 0,59% ke level 3.809,66. Sementara itu, indeks Shenzhen Component jatuh 0,96% ke level 13.448,28.
Kabar baik datang dari Hong Kong. Indeks Hang Seng naik 0,48% atau sekitar 124,97 poin ke level 26.009,4 pada jam terakhir perdagangan.
Bursa India juga mencatatkan kenaikan signifikan. Indeks Nifty 50 melonjak 1,6% dan mendarat di posisi 24.774,3. Begitu juga dengan indeks Taiwan yang naik 0,62% ke angka 43.386,41.
Di kawasan Asia Tenggara, pergerakan pasar cenderung bervariasi. Indeks Malaysia naik tipis 0,05% di level 1.725,73. Sebaliknya, indeks SETI di Thailand turun 0,11% ke posisi 1.621,9. Indeks STI di Singapura juga memerah 0,29% dan berakhir di angka 5.612,28. Indeks SGX-CNBC China Growth turut turun 0,26% ke level 1.623,77.