STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak melemah pada penutupan perdagangan Senin (2/2/2026). Penurunan tajam dipimpin oleh pasar saham Korea Selatan yang anjlok lebih dari 5%. Investor terus memantau pergerakan harga emas dan perak setelah penurunan tajam pada akhir pekan lalu.
Mengutip CNBC International, indeks Kospi di Korea Selatan jatuh lebih dari 5% ke level 4.949,67. Kontrak berjangka Kospi 200 sempat anjlok hingga 5%. Kondisi ini memicu otoritas setempat menghentikan sementara perdagangan atau sidecar.
Saham raksasa teknologi Korea Selatan ikut terseret dalam aksi jual. SK Hynix turun tajam 8,69%. Samsung Electronics juga merosot 6,29%. Sementara itu, indeks Kosdaq yang mencakup saham kapitalisasi kecil kehilangan 4,44% dan berakhir di posisi 1.098,36.
Bursa Jepang juga mencatatkan kinerja negatif. Indeks Nikkei 225 turun 1,25% ke posisi 52.655,18. Indeks Topix yang lebih luas juga melemah 0,85% menjadi 3.536,13.
Pasar saham China dan Hong Kong turut berada di zona merah. Indeks Hang Seng di Hong Kong merosot 2,23% ke level 26.775,57. Di China daratan, indeks CSI 300 turun 2,13% ke posisi 4.605,98 dan Shanghai Composite terpangkas 2,48%.
Aktivitas pabrik China sebenarnya menunjukkan percepatan pada Januari. Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur Umum China naik menjadi 50,3 dari 50,1 pada bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan adanya ekspansi di sektor manufaktur.
Namun, sentimen terhadap ekonomi China masih dibayangi pesimisme. Sebuah studi dari konsultan Oliver Wyman terhadap warga kaya di China menunjukkan ketidakpuasan terhadap kondisi ekonomi. “22% responden bersikap negatif terhadap ekonomi saat disurvei pada bulan Mei,” tulis laporan tersebut.
Bursa Australia tidak luput dari koreksi. Indeks S&P/ASX 200 ditutup turun 1,02% ke level 8.778,6. Hanya indeks Nifty 50 di India yang mampu melawan arus dengan kenaikan 1,06% ke posisi 25.088,40.
