STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Kamis (18/12/2025) waktu setempat. Para pelaku pasar merespons serangkaian keputusan penting dari bank sentral di kawasan tersebut.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa tercatat naik hampir 1% saat penutupan sesi.
Indeks DAX Jerman melonjak 1,00% menjadi 24.199,50. Indeks IBEX 35 Spanyol memimpin penguatan dengan kenaikan 1,15% ke level 17.132,60. Indeks CAC 40 Prancis naik 0,80% menjadi 8.150,64, sementara FTSE 100 Inggris bertambah 0,65% ke posisi 9.837,77. Kenaikan juga dialami FTSE MIB Italia sebesar 0,82%.
Sorotan utama tertuju pada Bank of England (BOE). Bank sentral Inggris ini memangkas suku bunga dari 4% menjadi 3,75%. Langkah yang sudah diantisipasi ini membawa suku bunga dasar Inggris ke level terendah dalam hampir tiga tahun.
Sebaliknya, Bank Sentral Eropa (ECB) menahan suku bunga di level 2%. Keputusan serupa diambil oleh Riksbank dan Norges Bank yang memilih untuk mempertahankan suku bunga acuan mereka.
Bank sentral Norwegia menahan suku bunga di angka 4%. Para pembuat kebijakan Norges Bank menilai situasi saat ini masih membutuhkan kehati-hatian.
“Bahwa kebijakan moneter yang ketat masih diperlukan. Inflasi masih terlalu tinggi,” ungkap pihak bank dalam pernyataannya.
Mereka menambahkan prakiraan saat ini “konsisten dengan 1-2 kali pemangkasan suku bunga tahun depan.”
Dari sisi korporasi, pemilik jaringan hotel Whitbread memimpin kenaikan indeks dengan lonjakan 6,3%. Perusahaan pemilik Premier Inn ini baru saja mengantongi izin mengubah gedung perkantoran di London menjadi hotel.
Saham perusahaan Jerman, Rational juga melesat 5,2% dan berada di papan atas indeks. Kenaikan terjadi setelah UBS menaikkan peringkat saham produsen peralatan masak ini menjadi beli. UBS juga menaikkan target harga dari 750 euro menjadi 785 euro.
Sektor teknologi ikut bergairah. Saham terkait kecerdasan buatan (AI) seperti ASML dan ASMI masing-masing naik 2,1% dan 1,9%. Kenaikan ini terjadi meskipun ada kekhawatiran di pasar AS terkait pendanaan pusat data Oracle.
Namun, nasib berbeda dialami raksasa minyak BP. Sahamnya turun 1,2% setelah pengumuman penunjukan Meg O’Neill dari Woodside sebagai CEO baru. Ia menggantikan Murray Auchincloss yang menjabat kurang dari dua tahun.
