STOCKWAATCH.ID (JAKARTA) – PT Cisadane Sawit Raya Tbk (CSRA) mengumumkan kinerja tahun buku 2025. Perseroan mencatat kinerja luar biasa dengan kembali mencatatkan penjualan tertinggi sepanjang sejarah Perusahaan.
Iqbal Prastowo, Corporate Secretary CSRA dalam keterangan, Jumat 27 Maret 2025 mengatakan, pencapaian ini menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat pertumbuhan dan inovasi di tengah dinamika industri kelapa sawit, dengan tetap mengedepankan tanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat.
Menurut Iqbal, CSRA membukukan pendapatan sebesar Rp1,89 triliun, meningkat 77,1% dibandingkan dengan FY24 sebesar Rp1,07 triliun pada 2024. Raihan ini terutama disebabkan karena tingginya kuantitas penjualan CPO yang memiliki nilai tambah serta naiknya harga jual rata-rata yang diterima perusahaan.
Dari pendapatan tersebut, jelas Iqbal, Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp657,23 miliar pada 2025, naik sekitar 35,8% dibandingkan Rp483,86 miliar pada tahun 2024. Kenaikan laba kotor didukung peningkatan penjualan signifikan.
Selain itu, Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp272,56 miliar pada 2025, melonjak 27,7% jika dibandingkan tahun lalu sebesar Rp213,36 miliar. Adapun marjin bersih CSRA turun menjadi 14,4% dibandingkan 20,1% pada tahun 2024.
Menurut Iqbal, penurunan marjin bersih disebabkan oleh peningkatan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) luar dalam rangka strategi dalam mengoptimalkan utilisasi ketiga Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang dimiliki Perusahaan.
Dari sisi neraca keuangan, lanjut Iqbal, CSRA memiliki aset sebesar Rp2,52 triliun pada 2025, 12,0% lebih tinggi dari posisi 31 Desember 2024 di Rp2,25 triliun. Sementara itu, total liabilitas perusahaan di FY25 sebesar Rp1,05 triliun, naik 10,7% dibandingkan Rp952,72 miliar pada akhir tahun 2024 dan ekuitas sebesar Rp1,47 triliun atau naik 12,9% dibandingkan Rp1,29 triliun pada akhir tahun 2024.
Rasio utang bersih terhadap ekuitas pada berada pada level 0,59x, turun dibandingkan level tahun 2024 sebesar 0,63x. Pencapaian ini didorong oleh strategi alokasi modal yang optimal serta neraca yang sehat untuk mendukung investasi pada sarana dan prasarana produksi.
“Dengan struktur modal yang sehat, CSRA mampu meningkatkan kepercayaan investor, menjaga efisiensi biaya pendanaan, serta memperkuat reputasi perusahaan di pasar. Perseroan juga terus mengoptimalkan pengembangan bisnis dengan mempertahankan pertumbuhan yang seimbang dan selaras dengan komitmen keberlanjutan,” tulis Iqbal dalam keterangannya.
Pada tahun 2025, total luas lahan tertanam inti Perseroan mencapai 20.890,6 ha, yang mencerminkan peningkatan 4,1% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 20.067,6 ha. Dari luas lahan perkebunan yang tertanam tersebut, seluas 17.644,0 ha ditanami tanaman yang menghasilkan (mature).
Secara umum, profil tanaman Perseroan masuk dalam kategori produktif, dikarenakan umur tanaman yang masih muda. Tanaman berusia 4-7 tahun menempati area seluas 2.018,8 ha, tanaman berusia 8-17 tahun menempati area seluas 11.337,2 ha dan sisa nya tanaman berusia diatas 18 tahun menempati area seluas 4.288,0 ha.
Sepanjang tahun 2025, produksi TBS inti CSRA naik menjadi 354.290 ton dari 319.085 ton di tahun 2024, sehingga dapat menjaga tingkat pertumbuhan secara Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sejak tahun 2020 sebesar 2,9%.
Perseroan secara berkelanjutan menerapkan strategi penetapan harga, optimalisasi produksi, serta efisiensi operasional guna meredam dampak dari berbagai tantangan yang dihadapi. (konrad)
