Darwin Indigo Mengundurkan Diri dari Kursi Presiden Komisaris CEKA
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Darwin Indigo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA). Manajemen emiten produsen minyak nabati ini telah mene...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Darwin Indigo resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden Komisaris PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk (CEKA). Manajemen emiten produsen minyak nabati ini telah menerima surat pengunduran diri tersebut pada 21 April 2026.
Sekretaris Perusahaan CEKA, Emmanuel Dwi Iriyadi, menyampaikan informasi tersebut dalam laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Perseroan menindaklanjuti permohonan ini sesuai dengan regulasi pasar modal yang berlaku.
Langkah selanjutnya, perusahaan akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Agenda utama rapat tersebut adalah meminta persetujuan dari para pemegang saham atas pengunduran diri Darwin Indigo.
Manajemen akan mengumumkan jadwal pelaksanaan RUPS dalam waktu dekat. Proses ini mengikuti ketentuan Peraturan OJK Nomor 33/POJK.04/2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Emiten atau Perusahaan Publik.
Emmanuel memastikan perubahan di jajaran dewan komisaris ini tidak mengganggu jalannya roda bisnis perusahaan. Kondisi operasional dan aspek hukum perseroan dipastikan tetap berjalan stabil.
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%