back to top

Demi Bebas dari Suspensi BEI, Trikomsel (TRIO) Lirik Bisnis Baru, Lobi Kreditor hingga Rencana Lepas Saham

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) membeberkan sejumlah langkah strategis kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (5/3/2026). Surat ini merespons permintaan penjelasan dari Direktur BEI, I Gede Nyoman Yetna, terkait rencana pemulihan operasional perusahaan.

Saat ini progres inisiatif peningkatan penjualan Perseroan telah mencapai 85-100% secara operasional. Meski begitu, dampaknya terhadap keuangan belum maksimal karena ketatnya persaingan serta dinamika permintaan pasar.

Perusahaan juga belum merealisasikan pembukaan Select Store yang kini progresnya masih 0%. Manajemen lebih memilih memprioritaskan modal kerja untuk keberlangsungan operasional toko yang sudah ada saat ini.

Untuk menyiasati pasar perdagangan telepon seluler yang semakin kompetitif, TRIO sedang menyiapkan transformasi bisnis ke sektor ekonomi hijau. Perusahaan membidik lini bisnis Trading Protein dan Personal Care. Bisnis Trading Protein ini mencakup perdagangan bahan baku protein pakan ternak dari hasil olahan teknologi Black Soldier Fly (BSF).

“Pengembangan usaha tersebut memerlukan tambahan modal kerja,” tulis Presiden Direktur TRIO, Sugiono Wiyono Sugialam dalam keterbukaan informasi, dikutip Jumat (6/3/2026). “Mengingat modal kerja yang saat ini dimiliki Perseroan masih diprioritaskan.” ia menambahkan.

TRIO berencana melakukan uji coba bisnis baru ini secara bertahap pada kuartal II tahun 2026. Proses komersialisasi terbatas ditargetkan mulai berjalan pada paruh kedua tahun 2026.

Di sisi lain, perusahaan terus menjalin komunikasi rutin dengan para kreditor perbankan terkait restrukturisasi utang. Hingga 31 Desember 2025, TRIO mencatat utang pokok kepada BNI sebesar Rp 1,05 triliun. Terdapat pula kewajiban utang pokok kepada Bank Mandiri senilai Rp 210,17 miliar.

Persetujuan restrukturisasi ini belum didapatkan lantaran bank kreditor masih melakukan tahapan evaluasi internal.

Terkait upaya pemenuhan aturan free float, TRIO menargetkan eksekusi aksi korporasi rampung pada tahun 2026. Langkah aksi korporasi ini tetap membutuhkan persetujuan dari para kreditor. Manajemen tengah berdiskusi secara intensif dengan GLAS Trust dan PT Sukses Perdana Prima (SPP).

Pihak SPP pada prinsipnya bersedia mempertimbangkan rencana pelepasan sebagian kepemilikan sahamnya. TRIO juga sedang mengkaji opsi alternatif melalui Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

“Pembukaan suspensi akan memberikan kondisi yang lebih kondusif untuk menjajaki minat investor,” ungkap Sugiono merespons peluang masuknya pemodal baru ke dalam perusahaan.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Bursa Saham Asia Kompak Rebound, Kospi Korea Meroket 10%

STOCKWATCH.ID (SEOUL) Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak kembali...

Jumlah Investor REAL Turun 1.570 Orang dalam Sebulan, Kepemilikan Saham Mayoritas Tetap

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Repower Asia Indonesia Tbk kembali...

Geopolitik Memanas, Saham Energi dan Emas Berpotensi Jadi Penopang Pasar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Dunia dikejutkan oleh eskalasi militer antara...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru