STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) terus berupaya menjaga kesehatan keuangan perusahaan. Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah melepas sejumlah aset perseroan.
Rencana ini ditargetkan berjalan pada tahun 2025. Manajemen WEGE membidik dana segar puluhan miliar rupiah dari hasil penjualan aset tersebut.
Direktur Utama WEGE, Hadian Pramudita membeberkan target angka divestasi ini. Ia menyebut realisasi dan target penjualan aset berada di kisaran angka yang sama.
Hadian mengatakan, “Ini kurang lebih adalah Rp40 miliar saja dan targetnya ya kurang lebih memang Rp40 miliar sampai Rp45 miliar.”
Aset yang akan dilepas mayoritas merupakan properti hunian vertikal. Hadian merinci lokasi aset-aset tersebut.
“Itu rata-rata semua hampir semua adalah apartemen. Apartemen yang dan kebanyakan itu lokasi yang ada di Bandung,” ujar Hadian.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Penjualan aset dinilai sebagai strategi jitu untuk memperkuat fondasi keuangan perseroan.
Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko WEGE, Hartanto Karti Raharjo turut memberikan penjelasan. Ia menyoroti pentingnya strategi daur ulang aset atau asset recycling.
Hartanto mengungkapkan, “Strategi aset recycling diklaim bisa memperbaiki neraca perusahaan ya. Jadi seperti tadi disampaikan Pak Dirut, di tahun ini ada target untuk menjual persediaan atau aset kami yang ada di apartemen ya. Termasuk juga mungkin ada persediaan tanah yang itu kita buku di aset tetap.”
Penjualan ini diharapkan mampu mendongkrak posisi kas perusahaan. Dengan uang tunai yang lebih besar, WEGE bisa bergerak lebih lincah dalam menjalankan bisnisnya.
Hartanto menjelaskan dampaknya secara rinci. Menurutnya, likuiditas yang baik akan membuat rasio keuangan perseroan tampil lebih prima.
“Kalau itu laku menjadikan kas akan menaikkan kemampuan kas kita, kemampuan kas perseroan sehingga itu akan menyebabkan perusahaan atau perseroan lebih agile lagi, lebih sehat lagi ya. Di neraca rasio-rasionya juga akan lebih baik ya,” tuturnya.
Aset yang masuk dalam daftar jual adalah aset yang tidak lagi memiliki rencana pengembangan. Dulunya, aset-aset ini memang disiapkan untuk tujuan investasi jangka panjang di berbagai sektor.
Hartanto memaparkan, “Karena memang aset-aset yang kami recycling ini adalah aset-aset yang tidak ada rencana pengembangan ya. Karena di awal memang aset-aset itu kita dapatkan tujuannya adalah untuk investasi ada di bidang perhotelan, ada di bidang apartemen, ada juga di kesehatan.”
Namun, arah kebijakan perusahaan kini berubah. WEGE memutuskan untuk menekan belanja modal (capex) dan kembali fokus pada keahlian utamanya di bidang konstruksi.
“Tetapi saat ini perseroan lebih memilih untuk menekan capex ya, lebih kita dorong untuk ke core bisnisnya. Jadi ke ke konstruksinya ya. Mungkin itu ya,” pungkas Hartanto.
