back to top

Demi Proyek Ini, PTBA Siapkan Capex Rp7,2 Triliun! Ada Rencana Terbitkan Obligasi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menaikkan anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) secara signifikan pada tahun 2025. Perusahaan tambang pelat merah ini mengalokasikan capex sebesar Rp7,2 triliun, melonjak tajam dibandingkan tahun lalu yang hanya sekitar Rp2,3 triliun.

Corporate Secretary PTBA, Niko Chandra, menjelaskan bahwa peningkatan anggaran capex tahun ini dilakukan untuk mendukung berbagai program pengembangan, termasuk proyek logistik. Salah satu fokusnya adalah peningkatan kapasitas jalur angkutan batu bara Tanjung Enim-Keramasan (T.E. Ramasan).

“Capex di tahun 2025 kita menganggarkan di Rp7,2 triliun. Dan kalau kita lihat realisasi di kuartal I 2025 juga sudah cukup baik, serapannya hampir Rp1 triliun,” ujar Niko di Jakarta, Kamis (12/6/2025).

Menurut Niko, lonjakan anggaran ini menjadi langkah strategis perusahaan untuk membuka potensi logistik dan mendukung kelancaran distribusi batubara.

Sumber pendanaan capex PTBA tahun ini akan berasal dari kombinasi dana internal dan eksternal. “Itu ada sebagian dari internal, sebagian nanti kita akan financing. Jadi kombinasi,” jelasnya.

Komposisi antara pendanaan internal dan eksternal akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek. Saat ini PTBA masih dalam tahap penjajakan untuk mencari sumber pendanaan yang tepat.

“Sekarang juga lagi kita cari financing,” tambah Niko.

Terkait opsi pendanaan eksternal, Niko menyebut PTBA masih mempertimbangkan berbagai alternatif. Termasuk di dalamnya pembiayaan dari perbankan dan kemungkinan penerbitan obligasi.

“Itu juga jadi opsi apakah financing dari perbankan atau kita nanti terbitkan obligasi, sebagainya itu masih jadi opsi,” ungkap Niko.

PTBA juga membuka peluang melakukan fundraising dari pasar modal dalam bentuk penerbitan obligasi. Namun, nilai pasti obligasi yang akan diterbitkan belum dapat ditentukan saat ini.

“Belum tau, karena itu masih bagian kajian di dalam sih,” tutur Niko.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Buntut Penggeledahan OJK dan Bareskrim, Mirae Asset Buka Suara Soal Uang Rp14,5 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Manajemen PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia...

Triwulan I 2026, Indo Tambangraya (ITMG) Bidik Penjualan Batubara 6,8 Juta Ton

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)...

Penjualan Batubara Indo Tambangraya (ITMG) Naik 3% Jadi 24,7 Juta Ton pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru