STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp34,51 miliar (Rp37,12 per saham) pada 2025, turun 13,26% jika dibandingkan Rp39,69 miliar (Rp42,69 per saham) pada tahun 2024. RSGK merupakan operator RS Grha Kedoya dan RS Grha MM2100.
Penurunan laba tersebut, menurut laporan keuangan Desember 2025 yang diumumkan, Rabu 25 Maret 2026 disebabkan antara lain oleh peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 10,34% menjadi Rp321,94 miliar, dari Rp291,74 miliar pada tahun 2024.
Selain itu, kemerosotan laba Perseroan juga dipicu oleh kenaikan beban usaha sebesar 5,41%, dari Rp97,73 miliar pada 2024, jadi Rp103,62 miliar tahun 2025. Perseroan juga mencatat beban keuangan sebesar Rp7,25 miliar pada 2025.
Akumulasi kenaikan beban pokok, beban usaha dan beban keuangan di atas mengakibatkan laba sebelum pajak emiten operator rumah sakit swasta itu turun 20,22% jadi Rp45,23 miliar pada 2025, dari Rp56,71 miliar pada tahun 2024.
Kendati laba turun, pendapatan RSGK naik 6,46% menjadi Rp469,59 miliar pada 2025, dari Rp441,07 miliar tahun 2024. Pendapatan terbesar dari pasien rawat inap yakni Rp332,71, atau 70,85% dari total pendapatan Perseroan. Sedangkan pasien rawat jalan menyumbang pendapatan Rp136,88 miliar ada 2025.
RSGK memiliki aset sebesar Rp1,08 triliun per Desember 2025, naik 22,06% dari Rp887,62 miliar per Desember 2024. Adapun jumlah liabilitas dan ekuitas RSGK, masing-masing sebesar Rp253,74 miliar dan Rp829,76 miliar pada 2025. (konrad)
