STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Bursa Saham Wall Street kompak ditutup melemah, pada penutupan perdagangan Senin (5/2/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (6/2/2024). Ini dipicu oleh data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat (AS).
Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS ditutup turun sebanyak 274,30 poin, atau sekitar 0,71%, menjadi 38.380,12. Sementara itu, indeks S&P 500 (SPX) melemah 15,85 poin, atau sekitar 0,32%, menjadi 4.942,55. Setali tiga uang, indeks komposit Nasdaq (IXIC), juga tergelincir sebanyak 31,3 poin, atau sekitar 0,20%, menjadi 15.597,68.
Laporan dari Institute for Supply Management yang baru dirilis menunjukkan bahwa sektor jasa AS mengalami pertumbuhan yang pesat pada bulan Januari. Harga-harga input meningkat ke level tertinggi dalam 11 bulan terakhir.
Data tersebut semakin menguatkan perkiraan bahwa pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tidak akan terjadi pada bulan Maret mendatang, sehingga menekan ketiga indeks utama.
Saham perusahaan manufaktur alat berat Caterpillar mengalami lonjakan sebesar 2,2% setelah mencatatkan peningkatan perolehan laba kuartalan. Sementara itu, saham perusahaan kosmetik Estee Lauder melesat sebesar 12,05% karena rencana pemangkasan karyawan sebanyak 3 hingga 5%.
Namun, saham Tesla mengalami penurunan sebesar 3,67% setelah Piper Sandler memangkas target harga saham perusahaan manufaktur mobil listrik tersebut. Saham perusahaan manufaktur pesawat terbang Boeing juga merosot sebesar 1,62% karena penundaan pengiriman unit 737 MAX.
