Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir di Zona Hijau
STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (3/8/2026) waktu setempat. Pergerakan ini dipicu oleh merosotnya harga minyak dunia seiring munculnya harapan upaya diplomasi baru untuk mengakhiri perang Iran.
Mengutip Investing, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir naik 0,5% ke posisi 652,09. Angka ini mendekati rekor tertinggi yang dicapai pada Jumat pekan sebelumnya. Sebagian besar bursa regional utama berakhir lebih tinggi.
Indeks CAC 40 Perancis naik 1,22% ke level 8.613,82. DAX Jerman melonjak 1,45% ke posisi 26.001,31. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol meningkat 1,01% ke level 19.982,60.
Indeks FTSE 100 Inggris menjadi satu-satunya yang melemah tipis 0,1% ke level 10.857,70. Di wilayah lain, indeks AEX Belanda menguat 0,28% ke posisi 1.102,22 dan SMI Swiss tumbuh 0,18% ke level 14.371,77. Indeks RTSI Rusia naik 0,83% serta MOEX Rusia bertambah 1,60%. PSI Portugal juga ikut terangkat 0,61% ke posisi 9.171,70.
Harga minyak mentah berjangka jatuh lebih dari 4,5%. Penurunan ini terjadi usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan menunda serangan baru ke Iran. Trump memilih mencari kesepakatan cepat guna membatasi ambisi nuklir Teheran dan membuka kembali Selat Hormuz. Hal tersebut meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi.
Lauren Hyslop, Manajer Investasi di Mattioli Woods, memberikan analisisnya mengenai situasi pasar saat ini. Ia menilai kondisi pasar masih sangat dinamis.
"Saham bergerak dari positif ke negatif hampir setiap hari karena harga minyak turun lagi setelah Presiden Trump memberi sinyal nada lebih diplomatik. Namun kita tidak tahu apa yang akan terjadi minggu depan," ujar Lauren.
Meskipun Trump menawarkan diplomasi, pihak Iran menyatakan belum ada pembicaraan dengan Washington. Iran juga menyebut tidak memiliki rencana pertemuan apa pun.
Sektor perjalanan dan rekreasi naik 0,6% berkat murahnya harga bahan bakar. Sektor kedirgantaraan dan pertahanan menjadi pemain terkuat dengan kenaikan 2,7%.
Namun, kabar kurang sedap datang dari sektor farmasi. Saham AstraZeneca anjlok 9% dan berada di posisi terbawah indeks STOXX 600. Penurunan ini terjadi menyusul laporan pembicaraan merger senilai USD 400 miliar dengan pesaingnya dari AS, Bristol Myers Squibb. Sektor kesehatan secara luas turun 1,7%.
"Ini bukan hal yang baik bagi pasar Inggris karena AstraZeneca adalah salah satu perusahaan terbesar kami. Jika itu diambil alih oleh perusahaan AS, berarti ada lagi perusahaan besar Inggris yang hilang dari pasar," kata Lauren.
Perusahaan kabel asal Italia, Prysmian, turun tipis 0,6%. Hal ini terjadi setelah mereka sepakat membeli produsen produk listrik AS, Atkore. Nilai kesepakatannya sebesar USD 95 per saham secara tunai. Ini berarti nilai perusahaan Atkore mencapai sekitar USD 3,8 miliar.
Saham Ipsen asal Perancis juga merosot 8,4%. Penurunan terjadi setelah Jefferies menurunkan peringkat perusahaan tersebut. Mereka melihat adanya risiko pada obat Somatuline milik Ipsen.
Buletin Ekonomi Bank Sentral Eropa (ECB) menyebut konsumsi rumah tangga zona euro jatuh tajam pada minggu-minggu awal perang Iran. Kepercayaan masyarakat turun drastis saat itu. Kondisi tersebut menunjukkan adanya risiko ekonomi jika terjadi ketegangan baru di wilayah tersebut.
Indeks Euro Stoxx 50 sendiri ditutup naik 1,14% ke level 6.430,80. Secara keseluruhan, STOXX 600 telah tumbuh lebih dari 1% sepanjang Juli. Kinerja laba perusahaan yang tangguh membantu investor tetap tenang di tengah konflik AS-Iran. Konflik tersebut sebelumnya sempat mendorong harga minyak mentah Brent di atas USD 90 per barel.