STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pemegang saham pengendali PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk (RMKO), yakni RMK Investama mengurangi porsi kepemilikan dengan menjual sebanyak 36.250.000 unit (2,9%) sahamnya dalam emiten jasa penunjang pertambangan ini. Penjualan saham RMKO dilakukan RMK Investama di atas harga pasar melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia pada 9 Maret 2026.
Harga per lembar saham RMKO sebesar Rp590 sehingga RMK Investama berhasil mengantongi keuntungan Rp21,38 miliar. Pada perdagangan di BEI, Senin 9 Maret 2026, saham RMKO ditutup di Rp570 per unit. Dengan demikian , RMK Investama menjual saham RMKO di atas harga pasar atau lebih mahal sekitar Rp20 per unit.
Seperti dikutip dalam laporan perubahan kepemilikan saham yang disampaikan ke BEI, Selasa 10 Maret 2026, RMK Investama menjual saham RMKO untuk merealisasikan keuntungan investasi. Selain itu, penjualan saham tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kepemilikan saham Perseroan oleh publik.
Dari sisi keuangan, RMKO membukukan pendapatan sebesar Rp219,38 miliar pada kuartal III 2025, naik 19% dari Rp184,33 miliar pada periode sama 2024. Kenaikan pendapatan diikuti dengan peningkatan beban pokok pendapatan yang lebih tinggi dari pendapatan yakni 54,33% jadi Rp260,72 miliar, dari Rp168,93 miliar. Akibatkanya, RMKO menderita rugi bersih Rp51,31 miliar pada kuartal III 2025, membengkak 405% dibanding Rp rugi Rp10,16 miliar pada kuartal III 2024.
Hingga pukul 11.50 WIB perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia, Selasa 10 Maret 2026, saham RMKO tercatat turun sebesar 7,02% menjadi Rp530 per unit, dibanding sehari sebelumnya di level Rp570 per unit. Selama sepekan perdagangan di BEI, harga saham RMKO telah merosot 21,37%, dari posisi Rp725 per saham menjadi Rp570 per saham pada 9 Maret 2026. (konrad)
