STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Cipta Sarana Medika Tbk (DKHH) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO). Hingga akhir Desember 2025, emiten rumah sakit ini telah menyerap dana sebesar Rp40,617 miliar.
Dana tersebut berasal dari hasil bersih IPO senilai Rp65,619 miliar. Dengan demikian, sisa dana yang belum digunakan mencapai Rp25,002 miliar.
Laporan realisasi ini disampaikan Direktur Utama PT Cipta Sarana Medika Tbk, Satria Muhammad Wilis, pada 14 Januari 2026. Pelaporan dilakukan sebagai bagian dari pemenuhan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Sebagai bentuk pemenuhan terhadap Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (“POJK”) Nomor 30/POJK.04/2015 mengenai Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum, bersama ini kami sampaikan Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum PT Cipta Sarana Medika Tbk per 31 Desember 2025,” ujar Satria Muhammad Wilis dalam keterbukaan informasi, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan dana dilakukan sesuai rencana yang tercantum dalam prospektus. Salah satu alokasi terbesar digunakan untuk pengembangan fasilitas.
DKHH mengalokasikan Rp20,250 miliar sebagai uang muka pembangunan gedung baru PT CSM. Selain itu, perusahaan menggelontorkan Rp3 miliar untuk uang muka pembelian alat kesehatan CT Scan.
Perusahaan juga menggunakan Rp612 juta sebagai uang muka renovasi gedung. Sementara itu, kebutuhan modal kerja menyerap dana Rp16,755 miliar untuk mendukung operasional.
Saat melantai di Bursa Efek Indonesia pada April 2025, DKHH membukukan dana bruto IPO sebesar Rp69,960 miliar. Dana tersebut dipotong biaya emisi senilai Rp4.340,637 juta.
Biaya emisi terdiri dari beberapa komponen. Biaya jasa penyelenggaraan atau management fee tercatat Rp1,270 miliar. Biaya jasa profesi penunjang pasar modal mencapai Rp2,187 miliar.
Biaya jasa penjaminan emisi sebesar Rp139,920 juta. Nilai yang sama juga dicatat untuk biaya jasa penjualan. Sementara biaya lembaga penunjang pasar modal sebesar Rp59,980 juta.
Selain itu, terdapat biaya lain-lain yang langsung terkait emisi saham sebesar Rp543,657 juta.
Adapun sisa dana IPO sebesar Rp25,002 miliar saat ini ditempatkan pada rekening giro BRI. Penempatan tersebut memberikan tingkat bunga 1,75% dengan tenor satu bulan.
Manajemen memastikan dana tetap aman dan likuid. Laporan realisasi penggunaan dana ini juga telah divalidasi oleh Direktur PT Cipta Sarana Medika Tbk, Octen Suhadi.
