back to top

Dolar AS Menguat di Akhir Pekan, Euro Melemah Saat Trader Ambil Keuntungan

STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) – Dolar Amerika Serikat (AS) menguat terhadap euro pada penutupan perdagangan Jumat (21/3/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (22/3/2025) WIB. Greenback mencatatkan kenaikan mingguan pertamanya bulan ini. Penguatan ini terjadi karena investor melakukan aksi ambil untung menjelang tenggat waktu tarif balasan AS pada 2 April.

Mengutip CNBC International, mata uang euro melemah 0,3% ke US$1,08223 dan berpotensi mengakhiri pekan dengan penurunan 0,6%. Ini menjadi pelemahan mingguan pertama euro sejak 28 Februari.

Dolar AS yang sebelumnya tertekan akibat kekhawatiran dampak kebijakan perdagangan pemerintahan Donald Trump terhadap ekonomi AS, mendapatkan dukungan setelah Federal Reserve mengindikasikan tidak terburu-buru untuk memangkas suku bunga.

Di sisi lain, euro juga melemah meskipun Bundesrat Jerman, majelis tinggi parlemen negara itu, telah menyetujui reformasi aturan pinjaman dan dana senilai 500 miliar euro untuk memperbaiki infrastruktur serta menghidupkan kembali ekonomi terbesar di Eropa.

George Vessey, Lead FX and Macro Strategist di Convera, mengatakan aksi ambil untung menjadi faktor utama pelemahan euro. “Ini sudah menjadi reli besar EUR/USD sepanjang kuartal ini, jadi wajar jika kita melihat aksi ambil untung menjelang tenggat tarif 2 April,” ujarnya.

Sementara itu, bank sentral utama dunia—Federal Reserve, Bank of England, dan Bank of Japan—memutuskan untuk mempertahankan suku bunga mereka pekan ini. Mereka masih menilai dampak tarif dagang AS terhadap perekonomian global.

The Fed sendiri memberi sinyal akan ada dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sebelum akhir tahun. “Kami tidak akan terburu-buru mengambil keputusan,” kata Ketua The Fed, Jerome Powell.

Chicago Fed President, Austan Goolsbee, menambahkan bahwa dampak tarif terhadap inflasi masih menjadi tanda tanya. “Sulit untuk memprediksi langkah pemerintah selanjutnya, tetapi skenario dasar kami tetap bahwa tarif kemungkinan akan naik secara signifikan dan mendorong penguatan dolar,” ujar Jonas Goltermann, Deputy Chief Markets Economist di Capital Economics.

Dolar AS juga menguat 0,3% terhadap yen menjadi 149,21. Bank of Japan sebelumnya menahan kenaikan suku bunga dan memperingatkan meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat tarif AS terhadap mitra dagangnya.

Poundsterling turun 0,3% ke US$1,293 setelah Bank of England memperingatkan bahwa investor tidak boleh mengasumsikan pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan terjadi, mengingat ketidakpastian ekonomi global dan Inggris.

Di pasar aset kripto, Bitcoin melemah sekitar 1% ke US$83.973, mencerminkan pergerakan pasar yang masih volatil.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emiten Grup Bakrie Energi Mega Persada (ENRG) Terbitkan Obligasi Rp1,15 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Obligasi Berkelanjutan PT Energi Mega Persada Tbk...

Jasa Marga (JSMR) Siap Rilis Obligasi Rp2,067 Triliun, Bunga Tertinggi 6,75% per Tahun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- Manajemen PT Jasa Marga Tbk (JSMR) berencana...

Penjualan Turun, Century Textile (CNTX) Rugi US$4,62 Juta di  Kuartal III 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja keuangan PT Century Textile Industry Tbk...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru