STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia tergelincir pada perdagangan Senin (16/2/2026) waktu setempat atau Selasa pagi (17/2/2026) WIB. Penurunan ini terjadi di tengah likuiditas pasar yang rendah karena penutupan pasar utama di Amerika Serikat (AS) dan Asia akibat hari libur. Penguatan nilai tukar dolar AS turut menambah tekanan terhadap logam mulia tersebut.
Mengutip Reuters, harga emas spot turun 1,3% ke posisi USD 4.976,37 per ons troi pada pukul 16.19 GMT. Di pasar berjangka AS, kontrak emas untuk pengiriman April juga melemah 1% menjadi USD 4.996,60 per ons troi.
Pasar keuangan AS tutup untuk memperingati Hari Presiden (Presidents Day). Sementara itu, pasar di China dan beberapa negara Asia lainnya masih tutup dalam rangka libur Tahun Baru Imlek.
Indeks dolar AS bergerak naik. Kondisi ini membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Giovanni Staunovo, seorang analis dari UBS, memberikan penjelasannya mengenai pergerakan pasar. Ia menilai emas sedang bergerak dalam rentang tertentu.
“Emas diperdagangkan dalam kisaran sekitar USD 5.000 per ons troi dalam seminggu dengan likuiditas yang lebih rendah karena hari libur,” ujar Giovanni Staunovo.
Data ekonomi AS terbaru memberikan gambaran yang beragam bagi kebijakan suku bunga bank sentral AS atau The Fed. Harga konsumen AS pada Januari naik lebih rendah dari perkiraan. Namun, pertumbuhan lapangan kerja justru meningkat secara tidak terduga pada bulan yang sama.
Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, memberikan komentarnya pada Jumat lalu. Ia menyebut suku bunga bisa saja turun. Meski begitu, ia mencatat inflasi sektor jasa tetap tinggi. Pelaku pasar memproyeksikan The Fed tetap mempertahankan suku bunga pada pertemuan 18 Maret mendatang.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil biasanya berkinerja baik dalam lingkungan suku bunga rendah. Dari sisi geopolitik, pasar juga memantau upaya Iran mengejar perjanjian nuklir dengan AS. Kesepakatan tersebut diharapkan memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.
Zain Vawda, analis dari MarketPulse oleh OANDA, mengubah target harga emas jangka menengahnya. Ia melihat kondisi pasar saat ini masih sangat dinamis.
“Saya akan menarik kembali target jangka menengah saya untuk emas dari USD 5.500 menjadi lebih dekat ke kisaran USD 5.100-USD 5.200 untuk saat ini, tetapi ini adalah situasi yang sangat cair,” kata Zain Vawda.
Tren penurunan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot melemah 2% menjadi USD 75,83 per ons troi. Padahal, harga perak sempat melonjak 3,4% pada perdagangan Jumat lalu.
Vawda menilai perak memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap siklus ekonomi. Tanda-tanda ekonomi yang kuat dapat mengurangi daya tarik aset aman atau safe haven.
“Sebagai logam yang lebih sensitif secara siklus, tanda apa pun dari ekonomi yang kuat mengurangi daya tarik safe-haven (perak) dibandingkan dengan emas, dan data lapangan kerja yang kuat menunjukkan berkurangnya kebutuhan segera akan aset lindung nilai,” tambah Vawda.
