Dolar AS Meroket! Yen Jepang Tertekan Pasca Pemilu
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Dolar AS menunjukkan performa mengesankan pada penutupan perdagangan hari Senin (28/10/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (29/10/2024) WIB. Sementara itu, yen Jepang te...
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) โ Dolar AS menunjukkan performa mengesankan pada penutupan perdagangan hari Senin (28/10/2024) waktu setempat atau Selasa pagi (29/10/2024) WIB. Sementara itu, yen Jepang tertekan ke level terendah dalam tiga bulan. Kondisi ini terjadi setelah koalisi pemerintahan Jepang mengalami kekalahan dalam pemilu. Ini menambah ketidakpastian politik dan kebijakan moneter di negara tersebut.
Mengutip CNBC International, dolar AS mengalami kenaikan 1% menjadi US$153,88. Sementara itu, yen Jepang berada di posisi US$153,24, turun 0,6% terhadap dolar. Penurunan ini membuat total penurunan yen selama bulan Oktober mencapai 6,3%, menjadikannya yang terbesar di antara mata uang G10.
Adam Button, analis mata uang di ForexLive, mengatakan bahwa yen menjadi mata uang paling volatil tahun ini. Ia menjelaskan, โHasil pemilu yang mengejutkan menambah ketidakpastian mengenai kebijakan moneter dan fiskal Jepang ke depan. Reaksi pasar adalah menjual yen. Investor ingat bagaimana pemilihan sebelumnya menyebabkan volatilitas.โ
Koalisi Partai Demokrat Liberal Jepang dan mitranya, Komeito, berhasil meraih 215 kursi di DPR. Namun, mereka belum mencapai mayoritas 233 kursi. Para trader memprediksi hasil pemilu ini bisa menghasilkan pemerintahan yang lemah. Hal ini membuat Jepang berpotensi memasuki era kepemimpinan yang tidak stabil, terutama dalam menghadapi kenaikan suku bunga.
Shigeru Ishiba kini menjabat sebagai perdana menteri keempat Jepang dalam waktu sedikit lebih dari empat tahun. Ketidakstabilan politik yang terjadi diperkirakan akan membuat Bank Sentral Jepang lebih berhati-hati saat mengadakan rapat untuk menetapkan suku bunga pekan ini.
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- BEI Resmi Tetapkan Kriteria Saham Berbasis Hijau (Green Equity Designation)
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Daftar Antrean IPO BEI Terbaru: Dua Perusahaan Skala Besar Bersiap Masuk Bursa
- BEI Ubah Notasi Khusus Emiten di JATS, Investor Kini Dapat Informasi Lebih Jelas
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- IHSG Naik 0,64% Pekan Ini, Kapitalisasi Pasar BEI Tembus Rp10.923 Triliun
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro