Dolar Masih Menguat Terhadap Yen Menjelang Pelantikan Trump
STOCKWATCH.ID (WASHINGTON) - Dolar AS masih menguat terhadap yen pada penutupan perdagangan Jumat (17/1/2025) waktu setempat atau Sabtu pagi (18/1/2025) WIB. Namun, dolar akhirnya menutup pekan dengan...
Hal ini mendorong pasar untuk meningkatkan taruhan mereka pada pemotongan suku bunga oleh Fed tahun ini, yang memberi tekanan pada dolar menjelang kembalinya Trump ke Gedung Putih. Saat ini, pasar uang memproyeksikan pemotongan suku bunga sekitar 40 basis poin di 2025. Uto Shinohara, strategi investasi senior di Mesirow Currency Management, mengatakan bahwa ekspektasi pemotongan suku bunga meningkat dari 25 menjadi 40 basis poin setelah data inflasi AS yang lebih rendah dari perkiraan. โPola ini menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap data inflasi dan pasar tenaga kerja,โ kata Shinohara.
Para investor kini menantikan pidato pelantikan Trump pada Senin untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai langkah kebijakan yang akan diambilnya, dengan ekspektasi volatilitas tinggi.
Poundsterling turun 0,6% menjadi US$1,2166, mendekati level terendah dalam 14 bulan yang tercatat pada Senin lalu. Penjualan ritel Inggris yang anjlok pada Desember semakin meningkatkan risiko kontraksi ekonomi di kuartal keempat. Euro juga turun 0,26% menjadi US$1,0276.
Indeks dolar AS, yang mengukur kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama, tercatat naik 0,34% menjadi 109,33, meskipun turun sekitar 0,25% selama pekan ini, mengakhiri enam pekan berturut-turut dengan kenaikan.
Yuan China tercatat di angka 7,3249 per dolar setelah data menunjukkan ekonomi terbesar kedua di dunia itu tumbuh 5,4% pada kuartal keempat, jauh melampaui ekspektasi para analis. Angka ini membuat target pertumbuhan penuh tahun 2024 sebesar 5% tercapai. Namun, mata uang China tetap rentan terhadap risiko tarif yang dapat muncul di bawah pemerintahan Trump. Presiden Xi Jinping dan Trump dilaporkan mengadakan percakapan telepon pada Jumat, yang semakin memunculkan kekhawatiran mengenai kebijakan tarif.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Kontrak Baru WEGE Meroket 510%, Utang Turun Jadi Rp1,84 Triliun
- WEGE Rugi Rp89,89 Miliar pada Semester I 2026, Pendapatan Anjlok 55%