Drama Berantai 13 Jam di Lantai Bursa, Dirut BEI dan Petinggi OJK Mundur Massal
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pasar modal Indonesia diguncang drama besar sepanjang hari Jumat (30/1/2026). Jajaran pimpinan tertinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundur...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Pasar modal Indonesia diguncang drama besar sepanjang hari Jumat (30/1/2026). Jajaran pimpinan tertinggi Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengundurkan diri secara beruntun. Aksi tutup jabatan ini hanya berselisih beberapa jam.
Prahara bermula dari laporan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Rabu (28/1/2026) WIB. Laporan tersebut menyoroti masalah transparansi dan mekanisme saham beredar di publik atau free float di Indonesia. MSCI bahkan mengancam akan menurunkan kasta pasar modal Indonesia. Status tanah air terancam turun dari Pasar Berkembang (Emerging Market) menjadi Pasar Perintis (Frontier Market).
Sentimen negatif ini memukul telak lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) babak belur hingga anjlok sekitar 8%. Kondisi tersebut memaksa penghentian perdagangan sementara atau trading halt selama dua hari berturut-turut pada 28โ29 Januari 2026.
Kejutan di Pagi Hari
Jumat pagi pukul 08.30 WIB, awak media berkumpul di Press Room BEI. Sedianya, Direktur Utama BEI Iman Rachman akan membahas kebijakan respons atas ancaman MSCI. Namun, Iman justru membawa kabar mengejutkan. Ia menyatakan mundur dari jabatannya.
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...
- Ditopang Pendapatan Bunga dan FBI, Laba BNI (BBNI) Capai Rp10,76 Triliun pada Pa...
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Dirut Humpuss Intermoda Setiawan T. Widjojo Mundur, Ini Alasannya
- DIVA Jual 200 Ribu Saham Treasury, Sisa 28,38 Juta Saham
- Direktur SOLA Borong 676.500 Saham, Porsi Saham Mochamad Bhadiawi Naik
- Kredit BBNI Tumbuh Agresif 24,4%, Ini Catatan Kiwoom Sekuritas untuk Semester II...
- BPS Catat Ekonomi RI Tumbuh 5,29% di Triwulan II-2026, Ekonom Soroti Tantangan E...