Duta Anggada Realty (DART) Rilis Obligasi Rp50 Miliar, Bunga 10% per Tahun
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV DART Tahap II Tahun 2026 senilai Rp50 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawar...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA)- PT Duta Anggada Realty Tbk (DART) berencana menerbitkan Obligasi Berkelanjutan IV DART Tahap II Tahun 2026 senilai Rp50 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV senilai total Rp400 miliar.
Berdasarkan prospektus rencana penawaran umum obligasi berkelanjutan yang disampaikan kepada investor di Jakarta, Rabu 17 Juni 2026 disebutkan, obligasi tersebut memiliki tenor 370 hari kalender dengan bunga tetap 10% per tahun.
Bunga obligasi DART dibayarkan setiap 3 (tiga) bulan sesuai dengan tanggal pembayaran bunga obligasi. Pembayaran bunga obligasi pertama akan dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2026, sedangkan tanggal pembayaran bunga obligasi terakhir sekaligus jatuh tempo Obligasi adalah pada tanggal 12 Juli 2027.
Seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Obligasi ini akan digunakan untuk pembayaran Pokok Obligasi Berkelanjutan IV Duta Anggada Realty Tahap I Tahun 2025 Seri A.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Obligasi Berkelanjutan IV DARTย Tahap II Tahun 2026 adalah PT KBย Valbury Sekuritas, sedangkan Bank KB Indonesia T bk (BBKP) sebagai wali amanat.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- Laba ABMM Melonjak 41,9% Jadi USD39,4 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem