Minggu, Januari 11, 2026
25.1 C
Jakarta

Emas Masih ‘Anteng’ di Level USD 4.452, Analis Ramal Bisa Tembus USD 5.000

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia bergerak stabil pada penutupan perdagangan Kamis (8/1/2026) waktu setempat atau Jumat pagi (9/1/2026) WIB. Para investor saat ini memilih bersikap menunggu alias wait and see. Mereka menanti rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk membaca arah kebijakan bank sentral Federal Reserve (The Fed).

Mengutip CNBC International, harga emas spot tidak berubah di level USD 4.452,64 per ons. Sebelumnya, harga logam mulia ini sempat menyentuh level terendah harian di USD 4.406,89. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup sedikit lebih rendah pada posisi USD 4.460,70.

Pergerakan emas saat ini tertekan oleh penyesuaian tahunan indeks komoditas Bloomberg. Proses penyeimbangan bobot indeks ini mulai berlangsung pekan ini. Hal tersebut membatasi ruang penguatan emas dalam jangka pendek.

Bob Haberkorn, Senior Market Strategist di RJO Futures, memberikan pandangannya terkait situasi ini. “Akan ada tekanan untuk beberapa sesi ke depan pada emas dan perak sementara indeks komoditas tersebut menyesuaikan kembali,” ujarnya.

Namun, ia melihat tekanan ini hanya bersifat sementara. “Setelah debu mereda hingga pertengahan minggu depan, hal itu akan memberikan peluang bagus bagi posisi beli untuk kembali masuk ke pasar ini,” tambah Haberkorn.

Fokus pasar kini tertuju pada data nonfarm payrolls AS yang akan rilis Jumat. Survei Reuters memperkirakan penambahan 60.000 lapangan kerja pada Desember. Angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai 64.000. Tingkat pengangguran diprediksi turun tipis menjadi 4.5% dari 4.6%.

Pelaku pasar saat ini memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali tahun ini. Emas merupakan aset yang tidak memberikan imbal hasil. Investasi emas biasanya menjadi sangat menarik saat lingkungan suku bunga rendah.

Data ekonomi terbaru menunjukkan klaim pengangguran AS naik moderat pekan lalu. Laporan sebelumnya juga mengungkap lowongan kerja di November turun lebih dalam dari perkiraan. Pertumbuhan gaji swasta pada Desember pun berada di bawah ekspektasi.

Sentimen harga emas juga didukung oleh tensi geopolitik yang terus memanas. AS baru saja menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Atlantik. Di sisi lain, muncul kabar pejabat AS membahas pembayaran kepada warga Greenland. Langkah ini bertujuan mendorong pemisahan diri Greenland dari Denmark untuk bergabung dengan AS.

Melihat kondisi global yang penuh risiko, HSBC mengeluarkan proyeksi yang cukup optimistis. Mereka meramal harga emas bisa menyentuh level USD 5.000 per ons pada paruh pertama tahun 2026. Risiko geopolitik dan ketidakpastian ekonomi menjadi pendorong utama ramalan tersebut.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Harga Minyak Dunia Melonjak 3%, Pasokan Global Jadi Sorotan

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia ditutup menguat tajam...

Aksi Ambil Untung Tekan Harga Emas, Logam Mulia Lainnya Ikut Tumbang

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir melemah pada...

Trump Borong Minyak Venezuela, Harga Emas Hitam Dunia Anjlok 2%

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia kembali melanjutkan penurunannya...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru