back to top

Gandeng Danantara, Telkom Targetkan Sovereign AI Terwujud pada 2028

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) atau Telkom memasang target besar pada tahun 2028 mendatang. Perusahaan telekomunikasi pelat merah ini berambisi mewujudkan Sovereign AI atau Kedaulatan Kecerdasan Buatan di Indonesia. Langkah strategis ini diambil guna melindungi data nasional dari ketatnya persaingan teknologi global.

Executive General Manager Digital Product Telkom, Komang Budi Aryasa, memaparkan rencana tersebut di Jakarta, Senin (2/3/2026). Ia menjelaskan peta jalan pengembangan teknologi cerdas ini untuk beberapa tahun ke depan.

Pada tahun 2026, Telkom masih fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk skala internal. Teknologi ini juga mulai ditambahkan ke dalam solusi digital milik mitra pemerintah. Komang memberi contoh penerapan pada platform pengadaan pemerintah bersama LKPP.

Telkom juga tengah membangun sistem pintar bernama Telkom Legal Intelligence System bersama Sekretariat Negara. Sistem perizinan Online Single Submission (OSS) milik BKPM juga ikut disematkan kemampuan analitik cerdas di dalamnya.

Memasuki tahun 2027, arah pengembangan Telkom akan bergeser ke sektor bisnis atau B2B. Telkom berencana membangun platform khusus untuk melayani berbagai ekosistem industri spesifik. Kebutuhan analitik di industri kesehatan tentu sangat berbeda dengan industri pendidikan. Model khusus juga akan disiapkan untuk melayani sektor ritel dan manufaktur.

Puncak dari peta jalan ini berada di tahun 2028. Telkom menargetkan kedaulatan digital benar-benar terwujud di Tanah Air. Semua data penting harus tersimpan aman di pusat data lokal. Indonesia juga didorong untuk memiliki model bahasa pemrosesan sendiri. Negara tidak boleh terus bergantung pada teknologi asing seperti Gemini milik Google atau Llama milik Facebook.

Guna memuluskan rencana besar ini, Telkom siap menggandeng Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).

“Hampir semua negara memperebutkan data. Kita khawatir kalau tidak membangun Sovereign AI sendiri, data kita akan ke mana-mana,” tegas Komang.

“Kita sudah berdiskusi banyak dengan Danantara, bagaimana kita akan bisa berkolaborasi bersama untuk mewujudkan peta jalan Sovereign AI ini dengan baik,” tambahnya.

Untuk menopang target raksasa tersebut, Telkom telah membangun fondasi sejak tahun lalu. Telkom resmi mengoperasikan AI Center of Excellence (CoE) pada Agustus 2025. Pusat keunggulan ini berdiri kokoh di atas lima pilar utama.

Kelima pilar penggerak itu adalah AI Campus, AI Playground, AI Connect, AI Hub, dan AI Native. Seluruh program dirancang agar teknologi canggih ini bisa dipelajari dan dipakai langsung oleh masyarakat. Program ini menjadi jembatan antara kampus, industri, komunitas, dan pihak Telkom.

Hingga saat ini, program tersebut telah menunjukkan hasil positif. Telkom sukses menjangkau lebih dari 16 ribu talenta digital. Sebanyak 5 ribu orang di antaranya telah berhasil mengantongi sertifikasi keahlian.

Fokus Telkom kini mulai mengerucut pada penciptaan produk siap pakai. Terdapat empat produk utama yang sedang dikembangkan secara intensif. Produk tersebut meliputi Bizy, TelkomGPT, TELIS, dan AI Workspace.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Danantara dan INA Investasi US$200 Juta di Proyek CA-EDC Chandra Asri Group, Ini Tujuannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Danantara Indonesia, Indonesia Investment Authority (INA) dan...

Dampak Penutupan Ruang Udara Timur Tengah, 15 Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Batal

STOCKWATCH.ID (DENPASAR) - Penutupan ruang udara di sejumlah negara kawasan...

Triniti Dinamik dan Perumdam Tirta Tarum Karawang Teken Perjanjian Penyediaan Air Bersih

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Triniti Dinamk Tbk (TRUE) atau True Land...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru